Breaking News:

Berita Abdya

Warga Terjaring Razia Masker di Abdya Diberi Kebebasan Milih Sanksi Sendiri, Ternyata Ini Alasannya

Para pelanggar Prokes Covid-19 ini dengan berbagai latar belakang umur itu terjaring razia karena tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar.

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Sejumlah warga Abdya diinterogasi oleh petugas pasca terjaring operasi penegakan disiplin protokoler kesehatan (Prokes) Covid-19, Kamis (24/9/2020), di depan swalayan Sejahtera Blangpidie. 

Laporan Rahmat Saputra | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Puluhan warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terjaring operasi penegakan disiplin protokoler kesehatan (Prokes) Covid-19, Kamis (24/9/2020), di depan swalayan Sejahtera Blangpidie.

Para pelanggar Prokes Covid-19 ini dengan berbagai latar belakang umur itu terjaring razia karena tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kepala Sekretariat Satgas Penegakan Disiplin Prokes Abdya, Amiruddin SPd mengatakan, operasi penegakan disiplin yang sudah berlangsung sejak 15 September 2020 itu.

Razia itu, jelasnya, untuk menindaklanjuti Pergub Nomor 51 Tahun 2020 tentang Peningkatan Penanganan Covid-19, serta Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes di Aceh.

"Iya, operasi ini sudah kita lakukan sebanyak empat kali, sejak 15 September lalu," ujar Kepala Sekretariat Satgas Penegakan Disiplin Prokes Abdya, Amiruddin SPd kepada Serambinews.com, Kamis (24/9/2020).

Hari Ini Puskesmas Kuta Cot Glie Dibuka Kembali, 11 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 Jalani Isolasi

Cegah Covid-19, Waled Husaini Luncurkan Gebrak Masker di Disdikbud Aceh Besar

Peserta CPNS Asal Bireuen tak Ikut SKB di Kampus Politeknik Lhokseumawe, Ternyata Sudah Meninggal

Ia menyebutkan, jumlah total warga yang terjaring sejak 15 September hingga 24 September 2020, mencapai seratus orang lebih.

Bagi masyarakat yang tidak memakai masker saat keluar rumah, akan diberikan sanksi dengan memilih salah satu sanksi seperti, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya , membaca ayat pendek dalam Alquran, atau melakukan push-up sebanyak 10 kali.

"Hari ini, paling banyak yang terjaring. Kebanyakan pelanggar itu pengendara roda dua dengan alasan lupa. Sehingga, mereka harus membaca ayat pendek, atau lagu Indonesia Raya, atau bisa melakukan push-up," sebutnya.

Menurut Amiruddin, kelonggaran memilih salah satu sanksi itu mengingat mereka baru sekali melanggar dan tidak menggunakan masker.

Namun ke depan, tegasnya, jika pelanggar dan pemilik usaha ditemukan sudah berulang kali melanggar protokoler kesehatan, maka harus membayar denda.

Gegara Sering Diganggu oleh Ayah Murid, Guru Seksi Ini Banting Stir Ekstrem Jadi Bintang Film Dewasa

Modus VC Seks, Anggota DPRD Jadi Korban Pemerasan, Rekaman Dijadikan Senjata Pelaku

Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Pidie, Teriakan Abusyik Menggema di Tengah Pendemo, Mengapa?

"Iya, kalau masyarakat empat kali melanggar harus bayar denda Rp 50.000 per orang. Kalau pemilik swalayan, warung kopi, kalau melanggar tiga kali, harus membayar denda sebanyak Rp 150.000," terangnya.

Razia itu, lanjut Amiruddin, akan terus dilakukan sampai masyarakat semua sadar dan patuh menggunakan masker saat ke luar rumah. "Karena ini upaya untuk pencegahan penyebaran virus covid-19," pungkasnya.

Operasi penegakan disiplin Prokes Covid-19 itu sendiri melibatkan anggota Satpol PP dan WH, Satlantas Polres Abdya, Dinas Perhubungan, dan personel TNI.

Pantau Serambinews.com, kebanyakan pelanggar memilih membaca ayat pendek, dan push-up. Bahkan, ada beberapa para pelanggar secara terang-terangan mengaku tidak bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved