Breaking News:

Berita Foto

FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19

Dari 209 pendemo Omnibus Law yang ditangkap, 13 di antaranya dinyatakan reaktif covid-19.

Editor: m anshar
FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19 - demosntran-omnibus-law-dirapid-tes-1.jpg
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ratusan pengunjuk rasa dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani rapid test oleh petugas kesehatan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 209 pemuda yang diamankan usai kericuhan pada demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja, dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif.
FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19 - demonstrasi-omnibus-law-1.jpg
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ratusan pengunjuk rasa dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani rapid test oleh petugas kesehatan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 209 pemuda yang diamankan usai kericuhan pada demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja, dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif.
FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19 - demo-omnibus-law-71.jpg
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ratusan pengunjuk rasa dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani rapid test oleh petugas kesehatan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 209 pemuda yang diamankan usai kericuhan pada demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja, dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif.
FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19 - demo-omnibus-law-72.jpg
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ratusan pengunjuk rasa dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani rapid test oleh petugas kesehatan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 209 pemuda yang diamankan usai kericuhan pada demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja, dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif.
FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19 - demo-omnibus-law-73.jpg
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ratusan pengunjuk rasa dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani rapid test oleh petugas kesehatan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 209 pemuda yang diamankan usai kericuhan pada demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja, dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif.
FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19 - demo-omnibus-law-74.jpg
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ratusan pengunjuk rasa dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani rapid test oleh petugas kesehatan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 209 pemuda yang diamankan usai kericuhan pada demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja, dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif.
FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19 - demo-omnibus-law-75.jpg
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ratusan pengunjuk rasa dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani rapid test oleh petugas kesehatan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 209 pemuda yang diamankan usai kericuhan pada demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja, dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif.
FOTO - Dari 209 Pendemo Omnibus Law Yang Ditangkap, 13 Diantaranya Dinyatakan Reaktif Covid-19 - demo-omnibus-law-76.jpg
KOMPAS.com/AGIE PERMADI
Ratusan pengunjuk rasa dikumpulkan di tengah lapangan untuk menjalani rapid test oleh petugas kesehatan di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020). Sebanyak 209 pemuda yang diamankan usai kericuhan pada demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja, dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif.

SERAMBINEWS.COM -  Sebanyak 209 pemuda yang diamankan pascakericuhan di demo UU Omnibuslaw Cipta Kerja dilakukan rapid test di halaman Mapolrestabes Bandung.

Dari ratusan pemuda itu, 13 orang reaktif. "Dari 209 orang yang kita rapid, kita temukan 13 reaktif," kata Wakapolrestabes AKBP Yade Setiawan Ujung di Mapolrestabes Bandung, Kamis (8/10/2020).

Nantinya, ke 13 orang ini akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandung untuk dilakukan tes swab.

Aksi Demo di Meulaboh Berlangsung Ricuh, Belasan Kaca Jendela Gedung DPRK Pecah Dilempar Batu

Demo UU Cipta Kerja, Ketua DPRK Lhokseumawe Teken Petisi yang Diajukan Mahasiswa

"Ini yang kita khawatirkan, makanya setiap surat pemberitahuan unjuk rasa dan berkumpul, kita sampaikan agar dihindari semaksimal mungkin, karena berpotensi Covid-19," kata Yade.

Seperti diketahui, 209 pemuda ini diamankan pada saat kericuhan demo UU Cipta Kerja, polisi menilai mereka melakukan pelanggaran hukum di beberapa titik lokasi salah satunya di Gedung DPRD Jabar.

Begini Tanggapan Ketua DPRK Subulussalam tentang UU Cipta Kerja dan Respon Mahasiswa Pengunjuk Rasa

"Dari 209 ini, semuanya akan kita lakukan pemeriksaan, tapi kita pilah-pilah, mana yang masuk dalam delik proses pidana, dan mana yang nanti kegiatan lainnya," ucap Yade.

Yade mengatakan bahwa pihaknya tengah fokus dalam pencegahan Covid-19. Mengingat Kota Bandung, kata Yade, berada di level oranye mendekati merah.

FOTO - Demo Cabut UU Omnibus Law, Penyekatan Massa Aksi ke Istana, Bentrokan Pecah di Harmoni

Di Hadapan Mahasiswa, Ketua DPRK Lhokseumawe Nyatakan Secara Kelembagaan Tolak UU Omnibus Law

"Bayangkan dari 13 ini memang betul-betul positif, kemarin mereka bertemu beberapa orang, semacam multi level marketing, akan menularkan ke banyak orang," ucapnya.

Yade menjelaskan bahwa kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian di kondisi pandemi ini.

"Sejak awal kita sampaikan, kita tidak mengeluarkan surat izin keramaian unjuk rasa, karena kita khawatir Covid-19," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jalani Rapid Test, 13 Pengunjuk Rasa di Bandung Reaktif", https://foto.kompas.com/photo/read/2020/10/8/1602148048f0a/4/jalani-rapid-test-13-pengunjuk-rasa-di-bandung-reaktif#&gid=1&pid=4.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved