Berita Kesehatan
Ternyata Ini Penyebab Asam Urat Lebih Rentan Serang Pria, Rupanya Berkaitan dengan Kadar Hormon
Penyakit gout atau asam urat itu sendiri adalah penyakit yang identic dengan gejala nyeri sendi, terutama di bagian jempol kaki.
SERAMBINEWS.COM - Penyakit asam urat rupanya rentan menyerang kaum pria, dibandingkan dengan wanita. Hal ini tak lepas dari rendahnya hormon estrogen di dalam darah kaum laki-laki ketimbang kalangan perempuan.
Penyakit gout atau asam urat itu sendiri adalah penyakit yang identic dengan gejala nyeri sendi, terutama di bagian jempol kaki.
Nyeri sendi ini disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat.
Jika kadar asam urat dalam darah melebihi batas normal, maka zat ini akan masuk ke organ-organ tubuh, khususnya sendi dan membentuk kristal.
Selain jempol kaki, nyeri sendi akibat asam urat biasanya dapat timbul di pergelangan kaki, dan kadang-kadang di sendi lutut, tangan, siku, atau bahu.
• Keluarga Korban Meninggal Warga Gampong Blang, Langsa Kota, Bantah Korban Meninggal Positif Covid-19
• Terkait Demo Tolak UU Ciptakerja, Ini Kata Ombudsman RI Perwakilan Aceh
• 10 Pelajar Wanita Berpakaian Ketat Terjaring Razia Satpol PP dan WH Aceh Besar
Dibandingkan wanita, pria ternyata lebih mungkin mengembangkan atau rentan terkenan penyakit asam urat.
Jika ada penyakit asam urat menyerang wanita, maka pada umumnya wanita yang menderita penyakit tersebut adalah sudah menopause.
Melansir Buku Asam Urat: Benarkah Hanya Menyerang Laki-laki? (2009) oleh dr Nyoman Kertia, SpPD-KR mengungkapkan, bahwa penyakit asam urat lebih banyak dialami pria ketimbang wanita karena pria tidak mempunyai kadar hormon estrogen yang tinggi di dalam darahnya.
Hal itu membuat asam urat pada pria lebih sulit dikeluarkan melalui kencing dan risikonya adalah kadar asam urat darahnya bisa menjadi tinggi.
Pada wanita yang belum menopause, maka kadar hormon estrogen dalam darahnya cukup tinggi. Hormon ini dapat membantu pengeluaran asam urat darah melalui kencing, sehingga kadar asam urat wanita yang belum menopause pada umumnya normal.
• Suka Gorengan dan Kopi, Hati-hati! Meski Nikmat, Penyakit Mematikan Ini Mengancam
• Bacaan Niat & Doa Setelah Shalat Tahajud, Lengkap dengan Zikir dan Keutamaannya
• Heboh Pengobatan Alternatif Pasien Covid-19, tak Terapkan Protokol Kesehatan Hingga Respon Netizen
Jika didapati ada wanita yang belum menopause tapi mengalami penyakit asam urat, kemungkinan ada kondisi lain yang telah memicunya.
Misalnya, wanita muda yang kedua indung telurnya sudah diangkat (dioperasi dan dikeluarkan dari tubuh), maka sebaiknya rajin-rajin memeriksa kadar asam urat darahnya.
Pasalnya, bisa jadi kadar asam urat darahnya cepat meninggi karena pengaruh kadar hormon estrogen yang rendah setelah dilakukan pengangkatan kedua indung telur.
Prosedur operasi pengangkatan indung telur (ooforektomi) adalah tindakan medis yang bisa saja dijalani wanita karena kondisi tertentu.
Beberapa kondisi yang memerlukan operasi ooforektomi, yakni: kanker ovarium, dan abses tubo ovarium, yakni adanya kantung berisi nanah pada tuba fallopi dan ovarium.
Lalu, endometriosis, dan tumor atau kista ovarium jinak yang tidak menyebabkan kanker, serta torsi ovarium (ovarium terpelintir).
• Skandal Seks Seorang Ibu Guru dengan 3 Siswanya Terbongkar, Ketiganya Berdebat Siapa yang Menghamili
• Tersangka Pencurian Sepmor di Showroom dengan Modus Pura-Pura Tes Ternyata Residivis
• Razia Masker di Blangpegayon Gayo Lues, Pelanggar Disuruh Hafal Ayat Alquran dan Nyanyi Lagu Wajib
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/asam-urat_20180518_135900.jpg)