Kupi Beungoh
Virus Mental, Virus Biologi, dan Nasib Rakyat (I)
Dawkins, profesor Zoologi yang kemudian berkembang dan fokus kepada sosiobiologi dan evolusi psikologi pada dasarnya mengeritik agama Katholik.
Oleh: Ahmad Human Hamid*)
Benarkah makhluk yang bernama virus hanya terbatas pada sosok organisme yang hanya bisa terlihat dengan mikroskop elektron?
Benarkah ada virus non biologi yang daya rusak dan bahayanya hampir sama dan bahkan mungkin lebih berbahaya dari virus biologi seperti Covid-19?
Jika istilah virus biologi diperkenalkan olle staf pengajar sekolah pertanian di Wageningen, Belanda, Martinus Beijerinck pada tahun 1898, maka virus mental diperkenalkan oleh Richard Dawkins pada tahun 1993.
Dawkins, profesor Zoologi yang kemudian berkembang dan fokus kepada sosiobiologi dan evolusi psikologi pada dasarnya mengeritik agama Katholik.
Ia kritis dengan nilai-nilai katholik dan model penyebarannya yang dianolagikan dengan virus non-biologi yang buruk dan merusak pikiran dan mental manusia.
• Luhut Binsar Pandjaitan Temui Menlu China, Bahas Soal Investasi hingga Vaksin Virus Corona
Tiga Virus: Biologi dan Nonbiologi
Pakar virus mental yang paling terkenal adalah Ricard Brodie (2009) salah seorang programer kepercayaan Bill Gate yang kemudian keluar dari Microsoft, dan menjadi konsultan dan penulis buku.
Dalam bukunya yang paling terkenal Virus of the Mind (2009)- Virus Akal Budi-penerbit KPG, ia menguraikan perkembangan makhluk kecil yang berbasis biologi maupun yang nonbiologi dalam tiga bentuk yang kesemuanya merasuk ke dalam fisik dan jiwa manusia.
Brodie mendeskripsikan evolusi biologi yang kemudian melakhirkan makhluk kecil yang bernama virus yang mempunyai sifat yang tidak lazim, sehingga berkemampuan masuk ke dalam berbagai unit reproduksi mahluk lain, yang kemudian digunakan sebagai wahana penggandaan diri.
Inilah yang sebenarnya yang terjadi dengan berbagai virus penyakit manusia dan hewan, dan tumbuhan, termasuk di dalamnya virus Covid-19.
Sampai hari ini, paling kurang telah ditemukan 219 species (Woolhouse 2011) yang mampu menginfeksi manusia.
Sementara itu jumlah semua virus yang ada di alam, dan bersarang pada hewan dan tanaman tidak terhitung banyaknya dan diperkirakan berjumlah sama dengan bintang di alam semesta.
Dalam evolusi sosial dan teknologi yang berjalan selama ribuan tahun, namun berkembang cepat pada abad ke 20, muncul fenomena virus yang hidup pada jaringan digital kumputer, utamanya data dan program.
Kebalikan dari virus biologi yang ditemukan, virus komputer adalah sebuah entitas nonbiologis yang diciptakan dan diprogramkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prof-dr-ahmad-humam-hamid.jpg)