Indonesia Diserang Corona
Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah 55 Persen, Uji Praklinik pada Hewan Mulai November
Diharapkan penyerahan bibit Vaksin Merah Putih pada PT Bio Farma bisa dilakukan awal tahun 2021.
Selain itu, sejumlah perusahaan lain seperti Moderna dan Cansino yang juga dari China turut melakukan pengembangan Vaksin Corona. Di Indonesia sendiri, PT. Bio Farma sedang mempersiapkan uji klinis untuk vaksin-vaksin yang dipersiapkan Pemerintah, termasuk uji klinis untuk Vaksin Merah Putih.
Namun Brodjonegoro turut mengingatkan bahwa berbagai kabar dan pemberitaan seputar temuan vaksin terkadang hanya untuk kepentingan capital market. "Kita lihat dari perkembangan vaksin Covid-19, di mana pusat-pusat farmasi besar, berita-berita yang sudah diberitakan bahwa yang ini sudah berhasil paling tidak efektif atau sudah masuk uji klinis tahap III atau dia dianggap cukup efektif, itu ternyata ujungnya hanya untuk capital market," kata dia.
"Untuk menaikkan harga saham, tapi tampaknya dari segi medis, tentunya kita masih harus menunggu," imbuh dia.
Hasil uji klinis vaksin Sinovac di Indonesia menunjukkan keefektifan mencapai 30 hingga 50 persen. Brodjonegoro mengingatkan, uji klinis tahap III itu bukanlah tahap yang terakhir. Dalam pengertian, harus ada surveilans atau monitor terhadap mereka yang menerima vaksinasi vaksin tersebut.
Sejauh informasi yang diterima Brodjonegoro dari yang menjalani uji klinis tahap III, vaksinasi tahap pertama dilakukan sebanyak dua kali.
Ada sedikitnya tiga hal yang disoroti Brodjonegoro setelah uji klinis tahap III vaksin Sinovac. Pertama yakni jangka waktu vaksinasi tahap awal itu belum diketahui, apakah dilakukan dalam satu minggu ataukah dalam satu bulan. "Tetapi yang pasti vaksinasi tahap pertama itu dua kali," ujar Brodjonegoro.
Kedua apakah vaksin ini bisa aman untuk semua kelompok umur? Brodjonegoro mengungkapkan, kebanyakan yang ikut uji klinis tahap III vaksin Sinovac itu berada di usia produktif, 18 sampai 59 tahun.
"Tentunya harus ada perhatian bagaimana yang di bawah 18 dan di atas 59. Ini mungkin adalah bagian dari uji klinis atau surveilans setelah vaksin tersebut mendapat izin untuk dilakukan vaksinasi," ucap dia.
Baca juga: Alhamdulillah, 146 Warga Lhokseumawe Dinyatakan Sembuh dari Paparan Covid-19
Baca juga: Update Covid-19 Aceh, 5.893 Orang Positif, 3.851 Sembuh
Ketiga yakni mengenai durabilitas vaksin itu pada daya tahan tubuh. "Vaksin itu kan dilihat ide dasarnya, vaksin itu sebenarnya melatih antibodi kita untuk pertama mengenal virus Covid-19, atau kalau sudah kenal istilahnya bisa mengusir," jelas dia.
"Tentunya karena ada proses yang tidak mudah ini, mengenal dan mengusir, pertanyaannya seberapa kuat antibodi kita untuk melawan virus Covid-19 itu," sambung dia.Selanjutnya adalah pertanyaan apakah vaksin ini seumur hidup? "Tampaknya less likely," katanya.
"Most likely cuma akan ada waktunya, apakah setahun apakah dua tahun apa lebih rendah dari itu saya belum tahu. Tapi WHO sudah menyatakan perkiraannya 6 bulan sampai dua tahun. Artinya apa? setelah periode tersebut berarti harus ada vaksinasi lagi," pungkas dia. (tribun network/genik)