Breaking News:

Luar Negeri

Anwar Ibrahim Kembali Dipanggil Polisi Malaysia, Ini Masalahnya

Polisi Malaysia menyatakan, mereka kembali memanggil Anwar Ibrahim berkaitan dengan klaimnya yang mendapatkan dukungan mayoritas.

AP Photo/Vincent Thian
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim melambai ke media setelah bertemu dengan Raja Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (13/10/2020). Pekan lalu, dia mengatakan bahwa akan memberikan bukti yang kuat dan meyakinkan tentang dukungan yang dimilikinya kepada Raja Malaysia dari anggota parlemen yang akan memungkinkannya untuk menggeser Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.(AP Photo/Vincent Thian) 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia menyatakan, mereka kembali memanggil Anwar Ibrahim berkaitan dengan klaimnya yang mendapatkan dukungan mayoritas.

Pada Selasa, Anwar bertemu Raja Malaysia Sultan Abdullah untuk membuktikan dia punya "dukungan yang kuat dan meyakinkan" untuk membentuk pemerintahan baru.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Huzir Mohamed mengatakan, terkait klaim itu dia perlu memanggil pemimpin oposisi "Negeri Jiran" itu.

Sebab, saat ini di internet beredar daftar nama berisi 121 anggota parlemen yang memberikan dukungan kepada Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu.

Polisi Malaysia melalui Huzir menyatakan, mereka menerima keluhan dari para politisi yang gerah karena nama mereka disangkutpautkan.

"Untuk menegaskan, saat ini 113 laporan polisi sudah didapatkan," jelas Huzir dalam pernyataan resmi, dilansir Reuters via Channel News Asia Kamis (15/10/2020).

Rencananya, mantan wakil perdana menteri era Mahathir Mohamad itu bakal diminta datang Jumat (16/10/2020) untuk memberikan keterangan.

Huzir menuturkan penyelidikannya berdasarkan hukum pidana maupun UU ITE ala Malaysia, yang menekankan larangan menyebarkan berita yang menyesatkan.

Dalam aturan tersebut, pelaku yang terbukti bersalah terancam dipenjara selama dua tahun serta menerima denda.

Kubu Anwar tidak memberikan komentar.

Halaman
123
Editor: Faisal Zamzami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved