Rabu, 29 April 2026

Luar Negeri

Anwar Ibrahim Kembali Dipanggil Polisi Malaysia, Ini Masalahnya

Polisi Malaysia menyatakan, mereka kembali memanggil Anwar Ibrahim berkaitan dengan klaimnya yang mendapatkan dukungan mayoritas.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AP Photo/Vincent Thian
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim melambai ke media setelah bertemu dengan Raja Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (13/10/2020). Pekan lalu, dia mengatakan bahwa akan memberikan bukti yang kuat dan meyakinkan tentang dukungan yang dimilikinya kepada Raja Malaysia dari anggota parlemen yang akan memungkinkannya untuk menggeser Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.(AP Photo/Vincent Thian) 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia menyatakan, mereka kembali memanggil Anwar Ibrahim berkaitan dengan klaimnya yang mendapatkan dukungan mayoritas.

Pada Selasa, Anwar bertemu Raja Malaysia Sultan Abdullah untuk membuktikan dia punya "dukungan yang kuat dan meyakinkan" untuk membentuk pemerintahan baru.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Huzir Mohamed mengatakan, terkait klaim itu dia perlu memanggil pemimpin oposisi "Negeri Jiran" itu.

Sebab, saat ini di internet beredar daftar nama berisi 121 anggota parlemen yang memberikan dukungan kepada Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu.

Polisi Malaysia melalui Huzir menyatakan, mereka menerima keluhan dari para politisi yang gerah karena nama mereka disangkutpautkan.

"Untuk menegaskan, saat ini 113 laporan polisi sudah didapatkan," jelas Huzir dalam pernyataan resmi, dilansir Reuters via Channel News Asia Kamis (15/10/2020).

Rencananya, mantan wakil perdana menteri era Mahathir Mohamad itu bakal diminta datang Jumat (16/10/2020) untuk memberikan keterangan.

Huzir menuturkan penyelidikannya berdasarkan hukum pidana maupun UU ITE ala Malaysia, yang menekankan larangan menyebarkan berita yang menyesatkan.

Dalam aturan tersebut, pelaku yang terbukti bersalah terancam dipenjara selama dua tahun serta menerima denda.

Kubu Anwar tidak memberikan komentar.

Dalam konferensi pers seusai bertemu Sultan Abdullah, Anwar menerangkan bahwa dia sudah menunjukkan dukungan mayoritas yang didapatnya.

Politisi berusia 73 tahun itu mengeklaim Raja Malaysia asal Pahang itu tengah memelajari dokumen yang ditujukannya, dan memanggil partai politik lainnya.

Namun berdasarkan keterangan Istana Negara, Anwar hanya menunjukkan jumlah politisi yang mendukungnya, tanpa menjabarkan siapa saja mereka.

Klaim Anwar itu memberikan krisis politik baru bagi Malaysia, yang saat ini tengah menghadapi penyebaran virus corona.

Namun jika klaimnya terrbukti benar, maka ini adalah penantian 22 tahun bagi Anwar Ibrahim, di mana Malaysia bisa mengalami tiga kali pergantian perdana menteri tahun ini.

Baca juga: Anwar Ibrahim Temui Raja Malaysia Untuk Geser PM Muhyiddin Yassin dan Membentuk Pemerintahan Baru

Baca juga: Pakar Politik Malaysia: Sultan Abdullah tak Begitu Percaya dengan Klaim Anwar Ibrahim

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved