Breaking News:

Internasional

Takut Terjadi Pertumpahan Darah, Senator Republik Mulai Menjauh dari Donald Trump

Anggota Kongres AS dari Partai Republik mulai menjauh dari Presiden AS Donald Trump, padahal pemilihan hanya dua pekan lebih lagi.

Editor: M Nur Pakar
The New York Times
Dari kiri: Sens. Ted Cruz, Lindsey Graham dan John Cornyn selama jeda hari ketiga persidangan untuk pencalonan Hakim Amy Coney Barrett di Mahkamah Agung, Capitol Hill, Washington, pada 14 Oktober 2020. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Anggota Kongres AS dari Partai Republik mulai menjauh dari Presiden AS Donald Trump, padahal pemilihan hanya dua pekan lebih lagi.

Dalam empa tahun terakhir, Senator Republik harus merunduk dan menghindari pernyataan keras dan perilaku menghancurkan Donald Trump.

Bahkan, para Senator juga mengabaikan umpan Twitternya yang pedas dan kegemarannya mencemooh partai lawan.

Bahkan harus diam saat Trump meninggalkan sekutu militer, menyerang institusi Amerika, dan memicu ketakutan rasis dan nativis.

Tapi sekarang, menghadapi jumlah pemungutan suara yang suram dan banjir uang dan antusiasme Partai Demokrat yang telah membahayakan mayoritas mereka di Senat, Partai Republik di Capitol Hill mulai secara terbuka menjauhkan diri dari presiden.

Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump (Cointelegraph)

Baca juga: Didukung WHO, Pemerintah Indonesia Akan Naikkan Tarif Cukai Rokok hingga 25 Persen

Pergeseran tersebut, kurang dari tiga minggu sebelum pemilihan, menunjukkan banyak Partai Republik telah menyimpulkan Trump sedang menuju kerugian pada bulan November 2020.

Mereka berusaha untuk menyelamatkan diri sendiri dan bergegas untuk membangun kembali reputasi untuk perjuangan yang akan datang untuk identitas partainya, lansir Tne New York Times, Minggu (18/10/2020).

Senator Ben Sasse dari Nebraska mengabaikan Trump dalam acara dengan konstituen pada Rabu (15/10/2020).

Mengabaikan tanggapan presiden terhadap pandemi virus Corona, bahkan menuduh Trump bergaya diktator dan supremasi kulit putih.

Trump juga dituduh telah menghilangkan pemilih secara luas sehingga bisa menyebabkan "Pertumpahan darah Partai Republik" di Senat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved