Breaking News:

Sidang Kasus Vina

Fakta Baru! Pengacara Minta Polisi Tangkap Vina atas Permintaan Kakak Sepupu Terdakwa, Mengapa?

Sidang ketujuh itu dengan agenda pemeriksaan dua saksi tambahan, yaitu satu saksi korban dan pemeriksaan terdakwa Vina, berlangsung hingga Selasa sore

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Saksi tambahan, Muzakir SH dan Adi Rianda memberi keterangan dalam sidang lanjutan kasus Vina Abdya yang digelar di PN Blangpidie, Abdya, Selasa (20/10/2020). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Dugaan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan uang puluhan nasabah mencapai Rp 7,115 miliar yang sedang disidang di Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengungkap banyak hal yang menarik.

Kasus Vina yang menarik perhatian publik selama empat bulan terakhir ini, merupakan oknum mantan karyawati sebuah bank pelat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Blangpidie.

Kasus yang melilit perempuan dikenal dengan gaya hidup glamor itu juga terkait dengan sejumlah saksi dengan kisah berliku nan menarik perhatian. Sehingga majelis hakim perlu melakukan konfrontasi langsung keterangan saksi-saksi.

Seperti sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie, Selasa (20/10/2020), terungkap beberapa hal menarik perhatian hakim, jaksa, dan pengacara terdakwa.

Sidang ketujuh itu dengan agenda pemeriksaan dua saksi tambahan, yaitu satu saksi korban dan pemeriksaan terdakwa Vina, berlangsung hingga Selasa sore.

Baca juga: Sidang Kasus Vina, Pejabat Bank Bersaksi, Hakim Nilai Kontrol Lemah dan Nasabah Terlalu Percaya

Baca juga: Sidang Kasus Vina Abdya Masih Sepi Pengunjung, Lima Saksi Korban Beri Keterangan

Baca juga: Sidang Virtual Kasus Vina Abdya Berhenti di Tengah Jalan, Ini Penyebabnya

Dua saksi tambahan yang diperiksa hakim adalah, Muzakir SH, warga Desa Kuta Tinggi Blangpidie yang tidak lain adalah mantan Pengacara RS alias Vina.

Saksi tambahan lainnya yaitu Adi Rianda, warga Angkop, Takengon, Aceh Tengah. Saksi ini merupakan adik dari korban Eli Marlis atau juga kakak sepupu dari terdakwa Vina.

Muzakir dan Adi diminta keterangan secara bersamaan. Sedangkan saksi korban, Edi Santoso, salah seorang pedagang toko elektronik di Kota Blangpidie, Abdya.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Zulkarnain SH MH (Ketua PN), didampingi dua hakim anggota yaitu Muhammad Kasim SH MH (Wakil Ketua PN) dan Rudy Rambe SH, serta Panitera Muda Pidana, Alian SH.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved