Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Internasional

Prancis Menutup Masjid Paris, Pemenggalan Guru Sejarah Jadi Pemicunya

Pemerintah Prancis, Selasa (20/10/2020) mengatakan akan menutup Masjid Agung de Pantin Paris sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Islam radikal

Editor: M Nur Pakar
AFP/Christophe ARCHAMBAULT
Masjid Agung de Pantin yang ditutup di timurlaut Paris, Prancis mulai Rabu (21/10/2020) malam. 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Pemerintah Prancis, Selasa (20/10/2020) mengatakan akan menutup Masjid Agung de Pantin Paris sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Islam radikal.

Menyusul pemenggalan kepala seorang guru yang telah menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad.

Masjid di pinggiran kota padat penduduk di timurlaut Paris telah menyebarkan video di halaman Facebook-nya beberapa hari sebelum pembunuhan mengerikan pada Jumat (16/10/2020).

Mencerca pilihan materi guru Samuel Paty untuk diskusi kelas tentang kebebasan berekspresi, kata sumber yang dekat dengan penyelidikan.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan masjid di Pantin, yang memiliki sekitar 1.500 jamaah, akan ditutup mulai Rabu (21/10/2020) malam selama enam bulan.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin pada Senin (19/10/2020) bersumpah tidak akan ada jeda satu menit pun bagi musuh-musuh Republikdan meminta otoritas regional untuk melakukan penutupan masjid.

Para jamaah masih bisa melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di Masjid Agung de Pantin, Paris, Selasa (20/10/2020).
Para jamaah masih bisa melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di Masjid Agung de Pantin, Paris, Selasa (20/10/2020). (AFP/Alice LEFEBVRE)

Baca juga: Polisi Prancis Buru Jaringan Teroris, Setelah Pemenggalan Kepala Guru Sejarah

Pada hari Senin (19/10/2020), polisi melancarkan serangkaian penggerebekan yang menargetkan jaringan Islam.

Paty (47) diserang dalam perjalanan pulang dari sekolah menengah pertama tempat dia mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, 25 mil baratlaut Paris.

Foto guru dan pesan yang mengakui pembunuhannya ditemukan di ponsel pembunuhnya, Chechen Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun, yang juga memposting gambar tubuh yang dipenggal di Twitter.

Pembunuhan itu didahului oleh kampanye online yang sengit melawan Paty dan pihak sekolah, yang dipimpin oleh ayah dari seorang siswi yang menuduh gurunya menyebarkan pornografi karena menayangkan kartun nabi telanjang.

Pihak sekolah mengatakan Paty telah memberi murid-murid Muslim pilihan untuk meninggalkan kelas, tetapi pelajaran itu menyebabkan keributan.

Baca juga: Siswa Sudah Peringatkan Guru Sejarah Prancis, Jangan Perlihatkan Karikatur Nabi Muhammad di Kelas

Ayah yang memposting video yang dibagikan oleh masjid Pantin adalah di antara 15 orang yang ditangkap setelah pembunuhan itu, bersama dengan seorang radikal Islam yang dikenal dan empat anggota keluarga Anzorov.

Darmanin menuding sang ayah dan kaum radikal telah mengeluarkan fatwa terhadap gurunya.

Pada Selasa (20/10/2020), Kepala Masjid Pantin, M'hammed Henniche, mengatakan telah membagikan video tersebut bukan untuk memvalidasi keluhan tentang kartun tersebut, tetapi kekhawatiran anak-anak Muslim diasingkan di kelas.

Empat siswa yang dicurigai menerima pembayaran karena menunjukkan Paty kepada pembunuhnya juga ditahan pada hari Senin (19/10/2020).

Baca juga: Guru Sejarah Tunjukkan Karikatur Nabi, Remaja Chechnya Jadi Tersangka Pemenggalan Guru di Prancis

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved