Senin, 13 April 2026

Vaksin Covid 19

Indonesia Segera Distribusikan Vaksin Covid-19, WHO: Keamanannya Masih Diragukan

Rencana ini menimbulkan kontroversi mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan ada kandidat vaksin yang terbukti efektif.

Editor: Taufik Hidayat
AP/Hans Pennink
Seorang perawat mempersiapkan suntikan sebagai studi vaksin COVID-19, yang dikembangkan oleh National Institutes of Health dan Moderna Inc di Binghamton, New York, AS pada 27 Juli 2020. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sebagai petugas medis di salah satu puskesmas di Jakarta, Iqbal Mutaqqin, 32, harus berhadapan dengan tujuh hingga belasan orang pasien Covid-19 per hari.

Iqbal bertugas menerima laporan pasien positif hingga merujuk mereka ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Tenaga medis seperti Iqbal akan menjadi salah satu dari 9,1 juta orang di Indonesia yang diprioritaskan untuk divaksin mulai November 2020.

Di satu sisi, Iqbal menyimpan harapan pada penemuan vaksin Covid-19 agar pandemi bisa lebih terkendali.

“Berharap banget sebetulnya sama vaksin, karena sudah lelah. Sudah delapan bulan begini,” katanya.

Dia juga menyatakan bersedia mengikuti program vaksinasi pemerintah apabila itu diwajibkan.

Namun di sisi lain, ada rasa was-was lantaran kandidat vaksin yang akan disuntikkan kepada mereka belum sepenuhnya terbukti efektif.

“Harus terbukti dulu efektivitas dan keamanannya, apalagi ini diberikan kepada tenaga medis. Kalau ada efek samping apa-apa dan berdampak buruk bagi kami, malah jadi berantakan penanganan pasien,” tutur dia.

Pemerintah merancang program vaksinasi ini setelah mendapatkan komitmen distribusi 18,2 juta dosis vaksin pada November-Desember 2020 dari tiga perusahaan farmasi China yakni Sinovac Biotech, Sinopharm, dan Cansino.

Jumlah itu cukup untuk memvaksinasi 9,1 juta orang yang terdiri dari tenaga medis, pekerja di sektor pelayanan publik, serta kelompok berisiko tinggi.

Kementerian Kesehatan telah meminta Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia mendata calon penerima vaksin dan menyiapkan logistik vaksinasi.

Namun, rencana ini menimbulkan kontroversi mengingat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan ada kandidat vaksin yang terbukti efektif.

WHO memang memungkinkan lembaga seperti BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) kandidat vaksin menimbang buruknya situasi pandemi.

Negara seperti China dan Uni Emirat Arab juga sudah menerbitkan izin serupa di negaranya masing-masing.

Indonesia kini juga mempertimbangkan skema EUA.

Baca juga: Update Covid-19, Kasus Positif Aceh Hampir Capai 7 Ribu Orang

Baca juga: Cristiano Ronaldo Masih Positif Covid-19 Berdasarkan Hasil Tes Terbaru

Baca juga: Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19 Meninggal Dunia di Brasil

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved