Breaking News:

Update Corona di Aceh Utara

Sudah 17 Pasien Positif Covid-19 Meninggal, Terkini Wanita asal Cot Girek

Pasien berjenis kelamin perempuan tersebut dikebumikan di Kecamatan Cot Girek pada Rabu (28/10/2020) sekira pukul 18.00 WIB.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto Dok Dinas Kesehatan Aceh Utara
Petugas mengebumikan pasien covid dengan protokol kesehatan di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, Rabu (28/10/2020). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Pasien Positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) asal Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara berinisial AH (64) pada Rabu (28/10/2020) kemarin, meninggal dunia di RSU dr Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Pasien berjenis kelamin perempuan tersebut dikebumikan di Kecamatan Cot Girek pada Rabu (28/10/2020) sekira pukul 18.00 WIB.

Dia adalah pasien ke-17 di Aceh Utara yang meninggal sejak wabah corona tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada 14 Maret 2020.

“Pasien tersebut meninggal di Ruang Pinere 5 RSU dr Zainoel Abidin Banda Aceh,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Utara, Amir Syarifuddin SKM melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Ners Mahzar kepada Serambinews.com, Kamis (29/10/2020).

Disebutkan Mahzar, pasien itu mulai dirawat pada 12 Oktober 2020, dengan diagnosa mengalami hipertensi, dan sesak nafas serta nyeri ulu hati. Kemudian pada 23 Oktober, pasien dibawa masuk ke Ruang Pinere.

Baca juga: India Targetkan Hilangkan Muslim Kashmir, Tanah Dapat Diambil Paksa

Baca juga: Warga Sudan di Israel Takut Dikembalikan, Saat Negaranya Normalisasi Hubungan Dengan Yahudi

Baca juga: Arab Saudi Kembali Cegat Drone dan Roket Houthi, GCC Beri Kutukan

“Satu hari setelah pasien tersebut dibawa masuk ke Ruang Pinere, keluar hasil labnya dan ternyata pasien tersebut positif Covid-19,” ujar Ners Mahzar.

Sebelum meninggal dunia, terang dia, pasien mengalami demam dan penurunan kesadaran. Selain itu, pasien juga mengalami sesak nafas berat.

“Pukul 06.40 WIB, pasien mengalami henti nafas, pupil mata dilatasi maksimal, tekanan darah tidak terbaca, dan tidak terukur denyut jantung, kemudian pasien dinyatakan meninggal di hadapan perawat,” pungkas Ners Mahzar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved