Breaking News:

Corona Serang Indonesia

Berisiko Tinggi, Perawat Mulai Stres Tangani Covid-19, Sebanyak 2.890 Orang dari Mereka Terinfeksi

Dedy melanjutkan, jika perawat jenuh dan kelelahan maka masyarakatlah yang akan dikorbankan, lantaran tidak mendapatkan pelayanan kesehatan prima.

AP
Petugas medis merawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Shohadaye Tajrish di Teheran, Iran pada 14 Oktober 2020. 

Dirinya mengungkapkan, sampai hari ini jam kerja di rumah sakitnya masih memperlakukan 8 jam per satu kali shift. Menurutnya, hal itu dilakukan lantaran kurangnya tim kesehatan untuk penanganan Covid-19.

Baca juga: Ini Permintaan Shin Tae-yong yang Sulit Dikabulkan oleh PSSI

Baca juga: Peti dan Kain Putih Penyimpan 21.165 Ribu Nama Korban Tsunami di Aceh Barat Butuh Perawatan

Baca juga: Dokter dan Politisi Korsel Minta Program Vaksin Flu Disetop, Warga Cemas Setelah 32 Orang Tewas

"Di tempat kami masih 8 jam kerjanya, perawat di ruang biasa maupun di ruang Covid-19," tuturnya saat dihubungi Tribun.

Ia pun merasakan stres karena khawatir setiap pulang berdinas di kediamannya ada kelompok rentan Covid-19.
"Stress karena di rumah ada bayi dan lansia, kan imunitas mereka termasuk rentan. Pasien Covid-19 sejak bulan Mei enggak pernah kosong, malah lebih banyak dari pasien di ruangan biasa," ungkap Sari.

Ketua Umum DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah mengatakan sudah ada 2890 perawat di seluruh Indonesia yang terinfeksi covid 19. Di antaranya ada 104 orang meninggal dunia.

"Sampai hari ini perawat yang terinfeksi saja 2.890an, di mana 104 meninggal dunia. Semua itu yang by name, by address yang masuk ke sistem," ujar Harif.

Menurutnya, angka tersebut bisa bertambah lantaran pekerjaan profesional perawat kian hari makin berat, di tengah angka positif Covid-19 yang belum melandai.
"Perawat bertugas di depan paling berat tugasnya. Jika ada yang terinfeksi maka ada efek dominonya, ada yang double shift, over time atau bisa dipinjam untuk ruangan orang lain, makin besar tingginya angka infeksi," ujarnya.

Pihaknya pun berharap agar pemerintah memperluas tes PCR gratis untuk petugas kesehatan. Sejauh ini, Harif menuturkan, tes PCR gratis baru dirasakan perawat di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten.

"Kita harapkan ini bisa sampai 10 provinsi yang jadi episentrum Covid-19. Itu salah satu upaya untuk bagaimana keamanan dan keselamatan perawat bisa terjaga," harap dia.(Tribun Network/rin/wly)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved