Berita Internasional

Mengerikan! Sejarawan Rusia Ini Nekat Mencuri 29 Jenazah Gadis Muda, Demi Dijadikan ‘Koleksi Boneka’

Anatoly Moskvin, sejarawan dari Nizhny Novgorod, mengubah mayat gadis itu menjadi "boneka", di mana dia memakaikan stoking, pakaian, hingga sepatu.

Editor: Ibrahim Aji
East2West News via Daily Mail
Anatoly Moskvin (kiri) didampingi kuasa hukumnya Dmitry Repkin. Moskvin menolak minta maaf setelah mencuri 29 jenazah gadis dan mengubahnya untuk koleksi boneka miliknya. 

Anatoly Moskvin, sejarawan dari Nizhny Novgorod, mengubah mayat gadis itu menjadi "boneka", di mana dia memakaikan stoking, pakaian, hingga sepatu.

SERAMBINEWS.COM, MOSKWA - Seorang sejarawan Rusia kedapatan mencuri 29 jenazah gadis muda.

Ironisnya, jenazah-jenazah itu dijadikannya sebagai ‘koleksi boneka’.

Meski sudah ketahuan melakukan pencurian puluhan jenazah gadis muda, namun sejarawan itu menolak untuk meminta maaf.

Penolakan itu terjadi setelah dia meminta dibebaskan dari rumah sakit jiwa, sehingga dia bisa segera pergi dan menemui kekasihnya.

Anatoly Moskvin, sejarawan dari Nizhny Novgorod, mengubah mayat gadis itu menjadi "boneka", di mana dia memakaikan stoking, pakaian, hingga sepatu.

Pria berusia 53 tahun itu bahkan memakaikan makeup dan liptsik ke 29 jenazah korban, sebagaimana diberitakan Daily Mail, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Polisi Tembak Mati Satu Gembong Narkoba Jaringan Internasional, Kapolda: Ini Warning Bagi Sindikat

Moskvin yang merupakan pakar pemakaman itu dilaporkan menandai tanggal lahir setiap korban yang dicurinya di kamar tidurnya.

Orangtua Moskvin, yang tinggal dengannnya di satu apartemen, mengaku tidak tahu putra mereka mempunyai kebiasaan yang tidak lazim.

Saat hadir dalam sidang dengar pendapat, Moskvin menolak untuk minta maaf kepada orangtua 29 jasad gadis yang dia curi dari kuburan.

Dalam sidang, Moskvin berusaha untuk segera meninggalkan rumah sakit supaya bisa merawat ibunya sekaligus tinggal bersama pacarnya.

Dia berdalih begitu para orangtua menguburkan putri mereka, tugas mereka sudah selesai.

"Mereka gadis, tak lebih menurut saya," kata dia.

"Jadi, saya tidak akan minta maaf," tegasnya.

Baca juga: Afghanistan Berkabung Nasional, Satu Korban Tewas di Universitas Kabul Ingin Jadi Presiden

Dia juga mengaku ingin jadi guru bahasa Inggris melalui inisiatif pemerintah Rusia untuk mendongkrak bahasa asing.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved