Senin, 27 April 2026

Penanganan Covid 19 Abdya

37 Warga Abdya Masuk Isolasi, Kasus Baru Positif dan Probable Covid-19 Masih Tetap Nihil

Setelah sempat kosong selama beberapa pekan, tenaga kesehatan (nakes) mendata sebanyak 37 warga di Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya (Abdya)....

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya, Safliati SST MKes. 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Setelah sempat kosong selama beberapa pekan, tenaga kesehatan (nakes) mendata sebanyak 37 warga di Kecamatan Setia, Aceh Barat Daya (Abdya) suspect.

Mereka didata melalui kegiatan Gerakan Nakes Aceh Cegah Covid-19 atau Gencar yang sedang dilaksanakan tenaga kesehatan di puskesmas-puskesmas setempat.

 “Sebagai suspect, 37 warga di Kecamatan Setia itu harus isolasi di rumah hingga 10 November mendatang,” kata  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya, Safliati SST MKes kepada Serambinews.com, Rabu (4/11/2020) sore.

Ke-37 warga Setia masuk suspeck atau ODP (Orang Dalam Pemantauan) merupakan hasil pendataan dilakukan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Lhang, Kecamatan Setia.

Pendataan ke rumah-rumah yang dilakukan sejak 1 November itu, ditemukan 37 warga masuk suspect, tapi  tidak ditemukan sekaligus, melainkan beberapa kali pendataan hingga Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Terus Mata-matai Kim Jong Un, Intel Korea Selatan Ungkap Kondisi Kesehatan Pemimpin Korea Utara

Baca juga: Mahasiswa KKN Kelompok 317 Edukasi dan Sosialisasi Protokol Kesehatan di MIN 2 Lhokseumawe

“Hasil pendataan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Lhang total 37 orang yang masuk form PE suspect karena gejala Ispa (Inspeksi Saluran Atas Pernapasan),” katanya.

Sebenarnya, kata Safliati, masih ada sejumlah warga di kecamatan lain masuk saspect hasil pendataan tenaga kesehatan puskesmas setempat, namun form PE-nya belum masuk sehingga datanya belum bisa dilaporkan ke Dinkes Provinsi Aceh.

Seperti diberitakan, menurut Kepala Dinkes Abdya, Safliati,  seluruh tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Abdya, sedang melaksanakan Gerakan Nakes Aceh Cegah Covid-19 atau disingkat Gencar.

Melalui Gencar sejak 1 hingga 10 November mendatang, para nakes di puskesmas-puskesmas di Abdya, mendatangi rumah-rumah penduduk untuk mendata warga yang mengalami deman disertai flue dan batuk atau Ispa.

Mereka yang mengalami Ispa harus isolasi di rumah, dan nama-nama mereka dicatat dalam form PE, kemudian dilaporkan  kepada Dinkes.

Baca juga: VIDEO Momen Harimau Sumatera Dibawa Helikopter untuk Dilepaskan di Taman Nasional Gunung Leuser

Baca juga: VIRAL Gelagat Lucu Emak Saat Tes Suhu Badan, Tunduk Kepala dan Sebut Anyonghaseyo

“Barang kali nama-nama yang didata dalam form PE, bisa dicatat sebagai Suspect atau ODP dan harus diisolasi di rumah,” kata Safliati.    

Lebih Kepala Dinkes Abdya Safliati menjelaskan, setelah bertambah data 37 warga Kecamatan Setia masuk dalam suspect, maka total suspeck (ODP) di Kabupaten Abdya bertambah menjadi 65 orang.

Dari jumlah itu, 28 orang selesai isolasi sejak beberapa pekan lalu, dan 37 orang (data baru) masih menjalani isolasi di rumah hingga 10 November mendatang.    

Sementara berdasarkan update data terakhir dirilis Dinkes Abdya, Rabu (4/11/2020) sore, pukul 17.00 WIB, bahwa tidak ditemukan kasus baru warga terkonfirmasi Positif  Covid-19 dan Probale atau PDP (Pasien Dalam Perawatan).   

Kepala Dinkes Abdya, Safliati membenarkan hal ini. “Alhamdulillah! Kurun waktu 15 hari terakhir atau sejak 21 Oktober lalu hingga hari ini (Rabu sore), tidak ada (nihil) kasus baru warga terkonfirmasi Positif Covid-19,” katanya.

Pasien Probable atau PDP juga tidak ada lagi yang dirawat/isolasi di RSUTP Abdya dan di RSUZA Banda selama empat hari terakhir.

Baca juga: 7 Rekomendasi Makanan Sehat untuk Pertumbuhan Janin saat Memasuki Trimester Kedua Kehamilan

Baca juga: Hari Ini, 25 Warga Lhokseumawe Positif Covid-19 Masih Jalani Isolasi Mandiri, Dua Dirawat

Dijelaskan bahwa pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 yang didata sejak Maret lalu sejumlah 88 orang hingga 21 Oktober 2020.

“Setelah itu, hingga hari ini (Rabu) tidak ada laporan kasus baru pasien Positif Corona,” kata Safliati.      

Dari 88 pasien Positif Covid-19, sebanyak tujuh orang meninggal dunia dalam rawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya.

Sedangkan 81 pasien dinyatakan sembuh karena setelah dirawat di RSUZA Banda Aceh dan RSUTP Abdya dan isolasi di rumah di Abdya dan Banda Aceh, tidak ada lagi gejala Covid-19.        

Sementara pasien probable, sebelumnya disebut PDP berjumlah 44 orang, tiga orang diantaranya meninggal dunia.

Sedangkan, 41 orang dinyatakan sembuh setelah dirawat/isolasi di RSUTP Abdya dan  RSUZA Banda Aceh.

Dijelaskan,  pasien Positif Covid-19 dari total 88 kasus Positig Covid-19, sejumlah 81 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan tujuh pasien lainnya meninggal dunia.

Sebanyak 88 kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Abdya, berdasarkan update data sejak Maret lalu, tersebar di seluruh kecamatan (9 kecamatan).

Baca juga: Dikelola Dua Kampung, Pasar Opak Diharapkan Jadi Sentra Bisnis Baru di Aceh Tamiang

Baca juga: Seorang Kakek di Geulumpang Payong Nekat Bacok Warga di Leher, Diduga Gara-gara Sengketa Tanah

Jumlah kasus terbanyak di Kecamatan Blangpidie 44 orang, sejumlah 42  dan 2 meninggal dunia.

Disusul, Kecamatan Susoh 15 orang, namun seluruhnya dinyatakan sembuh.

Kecamatan Kuala Batee 9 orang, juga sembuh seluruhnya.

Kecamatan Babahrot 6 orang, 3 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Kecamatan Manggeng 5 orang, seluruhnya sembuh.

Kecamatan Lembah Sabil 3 orang,  2 orang sembuh dan 1 orang meninggal.

Kecamatan Setia 2 orang, sembuh seluruhnya.

Kecamatan Tangan-Tangan 1 orang, namun sudah sembuh.

Kecamatan Jeumpa 2 orang, 1 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Kemudian dari luar daerah bekerja di Abdya 1 orang, dan sudah sembuh setelah isolasi.

Safliati menjelaskan, kondisi semakin membaik di Kabupaten Abdya terlihat selama 14 hari terakhir atau sejak 21 Oktober lalu, tidak ditemukan kasus baru warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19.

Kepala Dinkes Abdya, Safliati lebih lanjut menjelaskan, Pasien probable, sebelumnya dinamakan PDP hingga Rabu, terdata sejumlah 44 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 orang sembuh setelah dirawat/isolasi, dan tiga pasien probable lainnya, meninggal dunia.(*)

Baca juga: Sekda Haili Yoga: Dana Desa bukan Hanya Mengandal SPJ Bagus, Tapi Bagaimana Merubah Wajah Desa

Baca juga: Nelayan Kejar dan Tangkap Enam Boat Gara-gara Pakai Pukat Harimau, Ini Hukuman yang Dikenakan

Baca juga: Mahasiswa KKN Kelompok 317 Edukasi dan Sosialisasi Protokol Kesehatan di MIN 2 Lhokseumawe

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved