Berita Luar Negeri
Trump Mulai Singkirkan Pejabat tak Disukainya, Setelah Pecat Menhan, Pejabat Ini Bakal Didepak
Trump Mulai Singkirkan Pejabat tak Disukainya, Setelah Pecat Menhan, Pejabat Ini Bakal Didepak
Esper memuji militer karena tetap "apolitis," pernyataan yang sering dia gunakan dan yang dilihat lawan Trump sebagai kritik implisit terhadap upaya presiden untuk menggambarkan militer sebagai konstituennya di tengah kenaikan anggaran pertahanan.
Paul Frymer, profesor politik di Universitas Princeton, mengatakan pemecatan Trump melalui Twitter adalah "tipikal dari seluruh kepresidenannya" dan memperingatkan itu bisa menimbulkan bahaya bagi Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular sekaligus penasihat kesehatan Gedung Putih, yang juga bentrok dengan Trump.
“Dia tidak bisa mengendalikan dorongan hati atau amarahnya dan dia menuntut kesetiaan kepadanya atas kebijakan, konstitusi atau apa pun,” kata Frymer kepada Reuters.
Baca juga: VIRAL Dikhianati Tunangan hingga Putus, Langsung Robek dan Bakar Foto Setelah 2,5 Tahun Bersama
Trump memiliki hubungan yang tidak nyaman dengan Pentagon, di mana Esper dan petinggi lain telah berulang kali berusaha untuk tidak dipandang sebagai instrumen politik pemerintahan Trump.
Pendahulu Esper, Jim Mattis, berhenti pada 2018 karena perbedaan kebijakan dengan Trump, termasuk tentang Suriah.
Mattis pada bulan Juni mengkritik Trump sebagai presiden pertama dalam hidupnya yang tidak berusaha mempersatukan rakyat Amerika - bahkan tidak berpura-pura mencoba.
"Sebaliknya dia mencoba memecah belah kita," kata Mattis.
Seperti Mattis, Esper juga tidak setuju dengan sikap meremehkan Trump terhadap aliansi NATO dan waspada terhadap kecenderungan Trump untuk melihat aliansi militer AS melalui lensa transaksional yang eksplisit bahkan ketika dia mendukung seruan Trump kepada sekutu untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan, kata sumber.
Baca juga: Ungkap Video Syur Mirip Gisel, Pakar Telematika, Pakar Ekspresi Hingga Pengacara Angkat Bicara
Namun dia juga berselisih pendapat dengan Trump karena masalah yang menjadi berita utama, termasuk keinginan Esper untuk melindungi Alexander Vindman.
Vindman pada saat itu menjadi letnan kolonel yang bekerja di Gedung Putih, dan bersaksi dalam penyelidikan pemakzulan Trump.
Michael O'Hanlon dari lembaga think thank Brookings Institute mengatakan dia tidak percaya Trump kemungkinan akan memulai perombakan yang merusak kebijakan keamanan nasional AS meskipun memecat Esper.
"Dia ingin percaya bahwa dia memiliki semacam warisan yang masuk akal - di bidang ekonomi, dalam memperkuat militer, tidak memulai perang baru," kata O'Hanlon, mencatat bahwa Trump mungkin ingin mencoba mencalonkan diri lagi pada tahun 2024.(*)
Baca juga: VIRAL Disebut Putus Cinta sampai Menangis tak Sadarkan Diri, Seorang Sahabat Tampar Pemuda
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pasca pecat Menhan AS, Trump diduga akan pecat penasihat kesehatan Gedung Putih