Breaking News:

Salam

Selamatkan Waduk Pusong!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe memastikan, air waduk Pusong sudah mengandung 0,0005 miligram mercuri dalam setiap liter

SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Waduk Pusong Lhokseumawe tercemar merkuri menyusul pemeriksaan sampel di laboratorum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pidie, Kamis (12/11/2020). 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe memastikan, air waduk Pusong sudah mengandung 0,0005 miligram mercuri dalam setiap liter airnya. Memang belum melebihi ambang batas (0,002 miligram perliter), tapi bagi masyarakat, kondisi itu sudah harus segera diantisipasi sebelum menjadi bencana. Adanya kandungan mercuri dalam air waduk tersebut diketahui melalui hasil pemeriksaan sampel airnya di Laboratorium DLH Pidie beberapa waktu lalu.

Kondisi itu mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan yang meminta pemerintah segera mengusut sumber mercuri yang mencemari air waduk. Sebab, selama ini banyak masyarakat yang memanfaatkan air waduk itu untuk berbagai kepentingan sehari-hari. Termasuk, banyak juga yang mencari nafkah di Waduk Pusong baik siang maupun malam.

Dewan Pakar Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup (LPLH), M Yusuf Ismail Pase SH MH, berpendapat, kondisi ini, tentunya adanya ancaman besar bagi lingkungan dan manusia di sekitar lokasi waduk. Ancaman pertama, adanya ikan di waduk. Bila ikan tersebut dikosumsi manusia, tentunya akan berbahaya bagi kesehatan manusia. Walaupun efeknya baru terasa dalam jangka waktu lama.

Lalu, ancaman kedua, air waduk yang sudah mengandung merkuri, bisa saja merembes ke sumur‑sumur warga seputaran waduk. Sehingga, juga membahayakan masyarakat sekitar. "Air waduk itu buangannya juga ke laut, sehingga berpotensi mencemari laut ," katanya.

Yusuf melihat, pencemaran air waduk itu antara lain karena kelalaian dari Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mengelola waduk, terutama lantaran tidak adanya IPAL, untuk mengolah limbah sebelum masuk ke waduk. "Waduk Pusong berfungsi untuk menampung limbah domestik di Lhokseumawe. Jadi bila tidak ada IPAL, ya seperti ini kejadiannya."

Bagi Pemerintah Kota Lhokseumawe, selain memikirkan bagaimana mengantisipasi air waduk yang sudah tercemar itu, tugas utamanya adalah mencari atau menyelidiki dari mana sumbar mercuri yang mencemari Waduk Pusong. Adakah industri di sana yang diam-diam menggunakan mercuri untuk usahanya? Inilah yang harus diselidiki.

Kemudian pemerintah juga harus sejak dini mengingatkan masyarakat mengenai bahaya mercuri bagi lingkungan dan kesehatan. Masyarakat harus tahu ada dampak yang cukup mengerikan akibat bahaya merkuri bagi kesehatan. Apalagi, kasus keracunan merkuri dari makanan belakangan sering muncul ke permukaan.

Para ahli kesehatan dunia yang meneliti bertahun-tahun mengungkapkan berbagai dampak yang ditimbulkan merkuri bagi kesehatan yang sering tidak disadari. Keracunan merkuri dari makanan yang dikonsumsi biasanya akan menimbulkan rasa logam pada mulut. Ini gejala awal yang mungkin tak langsung terasa. Namun jika tidak segera diatasi, gejala ini bisa meningkat dengan gejala lain yang lebih serius seperti gusi berdarah atau bengkak, hingga muntah darah. Karena itu jika mulut terasa logam segera periksakan ke dokter.

Bahaya merkuri bagi kesehatan yang juga perlu diperhatikan jika mengenai sistem syaraf. Gejala yang terlihat di antaranya sakit kepala, tubuh gampang sakit atau insomnia. Jika makin parah bisa menimbulkan kejang atau hilangnya kesadaran. Gangguan pada memori otak biasanya dialami orang yang sering dan lama mengkonsumsi ikan atau makanan yang mengandung merkuri. Jika merkuri sudah menumpuk umumnya orang akan gampang marah dan mudah emosi.

Gangguan tremor merupakan gejala umum keracunan merkuri. Kondisi ini dapat menyebabkan lemahnya otot, munculnya sensasi tertekan atau tertusuk, mati rasa sebagian, hingga kesulitan berjalan.

Keracunan merkuri juga akan menimbulkan gangguan pernafasan. Gejala yang sering ditemukan di antaranya kesulitan bernafas atau sesak nafas. Kondisi ini harus segera diatasi agar merkuri tidak sampai masuk ke paru‑paru yang sangat berbahaya.

Dengan dampak seperti itu, kita harap Pemerintah Kota Lhokseumawe segera mengambil langkah-langkah penting agar air Waduk Pusong tetap aman bagi masyarakat. Jika memang ada yang sengaja membuang limbah mengandung mercuri ke waduk, maka itu pun harus mendapat tindakan tegas air pencemaran tak berlanjut.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved