Salam

Merekam Jejak Ekraf Aceh Melalui Pernerbitan Buku

Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, menyampaikan harapan agar buku ini menjadi warisan inspiratif bagi generasi mendatang

Editor: mufti
SERAMBI/M ANSHAR
FOTO LAWAS -- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya disambut Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur dalam kunjungan silaturahmi di Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Lambaro, Aceh Besar 

Penerbitan buku “Potensi Ekonomi Kreatif di Aceh” oleh Harian Serambi Indonesia bukan sekadar pelengkap seremoni Serambi Ekraf Award 2025, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional kepada publik. 

Buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan akan dokumentasi yang sahih, utuh, dan inspiratif mengenai geliat ekonomi kreatif (ekraf) di Aceh. Dalam sebuah era di mana pencapaian sering kali berlalu begitu saja, buku ini menjadi penanda bahwa setiap langkah membangun ekosistem kreatif layak untuk dicatat dan diwariskan. 

Isinya tidak hanya menampilkan keberhasilan para pelaku dan pembina ekraf, tetapi juga mengabadikan kolaborasi multipihak—pemerintah, lembaga pendidikan, perbankan, swasta, hingga UMKM—yang selama ini bekerja dalam diam untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah melalui kreativitas.

Serambi Ekraf Award sendiri bukan ajang penghargaan biasa. Ia lahir dari kesadaran bahwa pengakuan terhadap pelaku ekraf bisa menjadi motivasi kolektif, penggerak semangat, dan sekaligus refleksi tahunan bagi seluruh stakeholder. 

Dalam konteks inilah, buku yang diterbitkan menjadi lebih dari sekadar dokumentasi; ia adalah catatan sejarah yang akan bermanfaat bagi generasi mendatang. Sebelumnya diberitakan, Harian Serambi Indonesia telah merampungkan penyusunan buku berjudul “Potensi Ekonomi Kreatif di Aceh”. Buku ini akan dibagikan kepada para penerima anugerah “Serambi Ekraf Award 2025” yang akan digelar di Ball Room The Pade Hotel, Banda Aceh, Jumat (29/8/2025) malam ini. 

Buku ini menjadi dokumentasi penting atas kiprah para pelaku dan pembina ekonomi kreatif (ekraf) di seluruh Aceh, sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan ajang penghargaan bergengsi di Aceh ini. 

Buku yang disusun oleh tim redaksi Serambi Indonesia ini memuat kisah sukses dan kontribusi berbagai pihak dalam membina ekraf di Aceh, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, lembaga pendidikan, perbankan, sektor swasta, hingga UMKM yang mendapat pelatihan langsung dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. 

Artikel-artikel dalam buku ini juga akan ditayangkan dalam sebuah topik khusus di Serambinews.com (Grup Serambi Indonesia) dan disebarluaskan melalui kanal media sosial milik Serambi Indonesia Group, termasuk YouTube, Facebook, Twitter, dan TikTok.

Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, menyampaikan harapan agar buku ini menjadi warisan inspiratif bagi generasi mendatang.  “Semoga karya ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan memberi motivasi kepada orang lain,” ujarnya.

Dengan diluncurkannya buku dan gelaran Serambi Ekraf Awards 2025, Serambi Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang ekonomi kreatif sebagai pilar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Aceh. Semoga!

 

POJOK

Mendikdasmen minta sekolah awasi siswa agar tak ikut demo

Demo adalah cara lain bagi pejalar ingatkan penguasa, tahu?

Bupati Safaruddin kecewa, asrama mahasiswa di Banda Aceh jorok

Tak apa-apa, yang penting hatinya bersih…

55 pasangan di Aceh Tengah ajukan dispensasi pernikahan dini

Kalau ditolak, statusnya menjadi pernikahan siri, kan?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Kapolda Baru, Harapan Baru Aceh

 

Arti Kemerdekaan bagi Aceh

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved