Breaking News:

MTQ Nasional Sumbar

Gejolak Batin Rahma, Putri Aceh yang Harus Melawan Kawan Sedaerah di MTQN Sumbar

“Sebagai peserta, saya harus profesional. Namun sebagai sahabat yang sama-sama dari Aceh, hubungan persaudaraan tak akan putus.”

Penulis: Nasir Nurdin | Editor: Nasir Nurdin
Nasir Nurdin/Serambinews.com
Rahmawati (tengah), kaligrafer asal Aceh yang mewakili Banten ketika bertemu dengan sahabatnya, Zunfikriah, kaligrafer duta Aceh seusai babak final cabang khat di GOR UNP Padang, Kamis (19/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, PADANG

Sejak beberapa tahun terakhir, banyak putra-putri Aceh yang tampil membela provinsi lain di even MTQ Nasional. Seperti di MTQ Nasional XXVIII Sumbar tahun ini setidaknya ada empat anak Aceh yang menjadi duta Provinsi Banten. Salah seorang di antaranya, Rahmawati, asal Aceh Utara. Kepada Nasir Nurdin dari Serambinews.com, perempuan yang akrab disapa Rahma ini bercerita bagaimana dia sampai membela Provinsi Banten dan harus menjadi lawan saudara sedaerahnya.

Salah seorang anak Aceh yang membela Banten di MTQ Nasional di Sumbar adalah Rahmawati, warga Cot Trueng, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Perempuan kelahiran 17 September 1990 ini tampil belomba pada cabang khat golongan hiasan mushaf.

“Pada cabang kaligrafi banyak sekali kawan-kawan saya dari Aceh yang sebelumnya juga pernah sama-sama membela Aceh di MTQ Nasional. Kini malah menjadi lawan. Sulit diungkapkan bagaimana gejolak batin menghadapi kondisi ini,” ujar perempuan yang akrab disapa Rahma, ini ketika bincang-bincang dengan Serambinews.com di Padang, seusai lomba babak final cabang khat di GOR UNP Padang, Kamis (19/11/2020).

Kisahnya bergabung dengan kafilah Banten berasal sebelum MTQ Nasional XXVII di Medan, Sumatera Utara. Waktu itu Rahma sudah mondok di Pesantren Kaligrafi Zainun Lilkhatthatil di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Aceh Raih 1 Juara III, 10 Juara Harapan

Baca juga: Sejarah Budaya Korupsi di Indonesia

“Ketika MTQ Provinsi Banten dan Jabar pada April 2018, saya ikut berlomba mewakili Bogor. Dapat juara II cabang khat hiasan mushaf,” ujar alumnus Fakultas Teknik Elektro Unsyiah tahun 2012 ini.

Dengan prestasi itu, Rahma langsung dapat tawaran untuk mewakili Banten ke MTQ Nasional di Medan, tetapi dia tidak langsung mengiayakan. Dia masih menunggu hasil seleksi yang dilakukan Aceh.

“Akhirnya saya lolos seleksi mewakili Aceh untuk MTQ Nasional di Medan. Saya mendapat juara harapan I khat hiasan mushaf,” ujarnya.

Pasca-MTQ Nasional XXVII di Medan, Rahma pun tertarik menerima tawaran Banten. Dia pun fokus untuk terus mengasah kemampuan sebagai kaligrafer dan siap membela Banten.

Ketika STQ Banten pada 2019, Rahma berhasil meraih juara I khat hiasan mushaf.

Baca juga: MTQN Ke-28 di Padang, Ketika Cabang Khat Jadi Pelipur Lara Kafilah Aceh

Prestasi juara I untuk cabang lomba yang sama diraihnya juga pada MTQ Provinsi Banten tahun 2020. Maka, resmilah Rahma, putri asal Aceh itu menjadi duta Banten ke MTQ Nasional di Padang pada November 2020.

Hebatnya lagi, pasangan Rahma untuk cabang khat hiasan mushaf juga anak Aceh Utara, yaitu Ngaliman, asal Cot Girek.

Gejolak batin

Ditanya bagaimana perasaanya ketika di MTQ Nasional di Padang harus berkompetisi dengan kawan-kawan satu daerah, menurut Rahma sulit dilukiskan bagaimana gejolak batinnya.

“Sebagai peserta, saya harus profesional. Namun sebagai sahabat yang sama-sama dari Aceh, hubungan persaudaraan tak akan putus,” ujar Rahma.

Seusai babak final cabang khat di GOR UNP beberapa hari lalu, Rahma terlihat tak mampu menahan haru ketika bertemu dengan salah seorang sahabatnya, Zunfikriah yang membela Aceh pada cabang khat dekorasi.

Mereka berangkulan sambil saling mengusap air mata haru.

“Saya sangat dekat dengan Kak Zul. Kami satu tim dengan kaligrafer lainnya ketika sama-sama membela Aceh sejak MTQ Bengkulu tahun 2010 hingga MTQ di Medan tahun 2018. Namun di Padang kami harus berlomba sebagai lawan,” kata Rahma, dengan suara tersedak.

Baca juga: Masjid Jokowi Bener Meriah: Pemilik Bersedia Hibahkan 1 Ha, Asal Dibangun Masjid dan Museum Jokowi

Di MTQ Nasional XXVIII Sumbar, Rahmawati meraih juara II cabang khat hiasan mushaf putri. Pasangannya, Ngaliman—juga asal Aceh—juara terbaik I khat hiasan mushaf putra.

Sedangkan kaligrafer duta Aceh, Zunfikriah meraih juara terbaik III cabang khat dekorasi putri  dan Syeh Marzawi sebagai juara harapan I khat hiasan mushaf putra.

Rahma yang dimintai komentarnya kenapa banyak putra-putri Aceh yang lebih memilih mewakili provinsi lain di MTQ Nasional, mengatakan, kepindahan itu terjadi ketika mereka sedang mondok di pesantren kaligrafi yang ada di Pulau Jawa.

“Lebih fokus mendalami ilmu kaligrafi karena ada pondok, ada guru juga sering ikut kompetisi. Ketika ada tawaran untuk mewakili provinsi tertentu ke MTQ Nasional, kalau kita siap, langsung saja proses pindah data kependudukan,” pungkas Rahma yang kini ber-KTP Banten. (Serambinews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved