Breaking News:

Berita Aceh Selatan

Tersandung Narkoba, TPK Kabur dari Desa dan Telantarkan Proyek Kantor Pemuda, Keuchik Lapor Polisi

Terkait dengan persoalan itu, Keuchik Labuhan Tarok, Maulidin Yunus ternyata memberikan jawaban yang cukup mengejutkan.

For Serambinews.com
Kondisi Kantor Pemuda Gampong Tarok, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan yang belum rampung dikerjakan. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Masyarakat Gampong Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan tampaknya sudah mulai gerah dengan banyaknya masalah dan pembangunan di gampong itu yang terbengkalai.

Dari sekian banyak masalah di desa itu, persoalan pembangunan Kantor Pemuda paling mendapat sorotan karena tak kunjung rampung meski anggarannya dilaporkan hampir dicairkan semua.

Terkait dengan persoalan itu, Keuchik Labuhan Tarok, Maulidin Yunus ternyata memberikan jawaban yang cukup mengejutkan.

Saat dikonfirmasi Serambinews.com, Sabtu (21/11/2020) malam, Maulidin membenarkan bahwa Kantor Pemuda tersebut belum rampung 100 persen.

Hanya saja, Keuchik Labuhan Tarok ini menyatakan, kondisi itu terjadi akibat tim pelaksana kegiatan (TPK) kabur dari gampong tersebut, diduga akibat tersandung persoalan hukum terkait narkoba.

Baca juga: Lintas Gayo Lues-Abdya Sulit Dilalui, Peningkatan Badan Jalan Terganjal Batalnya Proyek Multiyears

Baca juga: Hadapi Kendala Ini, Pencarian Murid SD Alue Limeng Bireuen yang Tenggelam Dilanjutkan Besok

Baca juga: Bikin Salut! Ini Alasan TNI Bantu Pengungkapan Kasus Penyelundupan Imigran Rohingya di Lhokseumawe

"TPK-nya lari karena diduga terkait narkoba. Dia sudah kami laporkan ke Inspektorat dan polisi dengan kasus dugaan penggelapan dana desa karena dana pembangunan Kantor Pemuda itu masih ada sama dia," kata Maulidin Yunus.

Terkait adanya tudingan dari Syanril Sail yang merupakan salah seorang warga Gampong Labuhan Tarok bahwa pihaknya tidak transparan dalam pengelolaan dana desa, Keuchik Maulidin membantahnya dengan keras.

"Transparan bagaimana lagi, setiap program selalu kita musyawarahkan. Ya, kalau menyangkut belum rampungnya Kantor Pemuda itu benar, namun itu bukan sepenuhnya kesalahan kami,” tukasnya.

“Karena pada kasus Kantor Pemuda yang belum rampung itu, TPK yang pegang peranan sudah kabur dari kampung karena diduga tersandung masalah narkoba," tandasnya.

Kendati demikian, Maulidin Yunus menyampaikan terima kasih kepada Syahril Sail yang sudah mau mempertanyakan persoalan tersebut.

Baca juga: Mantan Tentara Jadi Begal, Nekat Pakai Seragam TNI Setiap Kali Beraksi

Baca juga: Kodim Aceh Timur Pusatkan Binter di Peureulak, Programkan Rehab RTLH hingga Buat Rumah Online

Baca juga: Update Corona Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 di Aceh Besar Capai 1.489 Orang

"Persoalan ini sudah beberapa kali kita bahas dengan masyarakat dan sudah melibatkan kecamatan (Muspika). Namun demikian, kami tetap berusaha mencari solusi agar Kantor Pemuda itu dirampungkan," pungkas Maulidin Yunus.(*)

Penulis: Taufik Zass
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved