Video
VIDEO - Mahasiswa Asing Relawan Gempa Izmir, Bekerja karena Panggilan Jiwa
Pelajar dari Azerbaijan, Somalia, Yaman, Suriah, Mesir, dan Afghanistan bekerja untuk meringankan penderitaan para korban gempa di Izmir.
Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Mursal Ismail
Pelajar dari Azerbaijan, Somalia, Yaman, Suriah, Mesir, dan Afghanistan bekerja untuk meringankan penderitaan para korban gempa di Izmir.
SERAMBINEWS.COM, IZMIR - Mahasiswa asing yang sedang belajar di Turki menjadi sukarelawan Bulan Sabit Merah Turki untuk membantu para korban gempa dahsyat yang mengguncang wilayah Aegean pada Oktober 2020 lalu.
Pada 30 Oktober 2020, gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang kota terbesar ketiga di Turki, Izmir itu menelan korban jiwa 115 orang dan 1.000 lebih orang mengalami luka-luka.
Bulan Sabit Merah Turki bekerja dibantu dengan 9.000 sukarelawan dan 300 orang karyawan.
Pelajar dari Azerbaijan, Somalia, Yaman, Suriah, Mesir, dan Afghanistan bekerja untuk meringankan penderitaan para korban gempa di Izmir sejak hari pertama bencana.
Fatima Abdi dari Somalia termasuk salah satu relawan mengatakan “Saya bertugas di dapur umum. Sangat menyenangkan membantu dan meringankan beban warga.
Bulan Sabit Merah Turki melakukan pekerjaan yang sangat mulia."
Baca juga: Peserta dari Asia & Eropa Ikut Konferensi Internasional di Politeknik Negeri Lhokseumawe
Baca juga: VIRAL Video Jenazah Dibonceng Sepmor, Ambulans Tak Tersedia, Angkot Tak Mau Layani karena Alasan Ini
Baca juga: Pria yang Duduk di Tengah Jalan Ditabrak Truk Tangki Akhirnya Meninggal, Sopir dan Kernet Ditahan
Fatun Ali, mahasiswa lainnya, mengatakan bahwa ia mengetahui Bulan Sabit Merah Turki dari saat mereka bertugas di Somalia, negaranya.
“Begitu saya mengetahui tentang gempa tersebut, saya langsung datang dengan sukarela ke sini,” kata Fatun dan berharap warga Izmir segera bangkit dari bencana itu.
Suleyman Aliyev, seorang mahasiswa Azerbaijan yang tinggal di Turki selama dua tahun, mengatakan mereka memutuskan untuk menjadi sukarelawan Bulan Sabit Merah Turki setelah gempa terjadi.
“Melihat banyak warga yang trauma mendorong saya ingin membuat mereka tersenyum kembali dengan membantu mereka secara sukarela,” kata Aliyev, yang bekerja di bagian bantuan.(*)
Sumber: Anadolu Agency