Breaking News:

Salam

Vaksinasi Covid Harus Dijadwal Secara Rapi

Pemerintah sedang menyiapkan program vaksinasi Covid‑19 secara menyeluruh. Pusat sudah menyurati daerah untuk menyiapkan fasilitas layanan vaksinasi

SERAMBINEWS.COM/ RIZWAN
Tenaga kesehatan dari Puskesmas di Nagan Raya mengikuti pelatihan vaksinasi Covid-19 di Gedung PSC, Rabu (25/11/2020). 

Pemerintah sedang menyiapkan program vaksinasi Covid‑19 secara menyeluruh. Pusat sudah menyurati daerah untuk menyiapkan fasilitas layanan vaksinasi. "Jumlah vaksin saat ini belum cukup untuk seluruh masyarakat Indonesia, sehingga pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap. Tahap pertama diprioritaskan untuk tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, serta pemberi pelayanan publik termasuk TNI/Polri dan aparat hukum," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Prof Abdul Kadir.

Kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia diminta menyiapkan fasilitas pelayanan vaksinasi Corona di wilayahnya masing‑masing. Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut meliputi Puskesmas dan jaringannya, rumah sakit, klinik milik pemerintah (kementerian/lembaga/TNI/Polri/Pemda) dan swasta, serta kantor kesehatan pelabuhan.

"Kesiapan fasilitas pelayanan meliputi ketersediaan sumber daya manusia kesehatan, rantai dingin (cold chain) dan prasarana untuk mempertahankan mutu vaksin serta pemantauan dan penanggulangan kejadian ikutan pascaimunisasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang‑undangan," terangnya.

Pelaksanaan vaksinasi Covid‑19 bertujuan menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid‑19, mencapai kekebalan kelompok, mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktivitas serta meminimalisir dampak sosial dan ekonomi.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Hariadi Wibisono meminta pemerintah mengawasi secara ketat jangan sampai beredar vaksin illegal yang bisa merugikan dan membahayakan masyarakat.  "Illegal itu kan antara pengawas dan penyelundupnya itu kan selalu adu pintar. Jadi pengawasnya mesti ketat betul."

Makanya, nanti distribusi vaksin ke masyarakat harus dilakukan secara hati‑hati, sebab distribusi vaksin berbeda dengan obat. Distribusi vaksin melalui proses manufaktur yang tidak sederhana. "Kalau distribusi obat selama bungkusnya masih bagus sampai ke ujung sana tidak ada masalah, tapi kalau vaksin selama proses distribusi ini kan harus terpantau suhunya sesuai dengan yang disyaratkan, yang disebut cool chain atau rantai dingin gitu lho," jelasnya.

Kemudian, Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan, pihak provinsi dan kabupaten/kota selain menyiapkan fasilitas pelayanan vaksinasi juga harus memetakan sasaran prioritas penerima vaksin sesuai dengan kriteria sehingga penahapan giliran vaksinasinya bisa berjalan teratur dan lancar.

Bagi kita, ada dua hal penting yang perlu menjadi catatan pemerintah di daerah ini terkait rencana vaksinasi antivirus Corona. Pertama, pertama memastikan persiapan fasilitas jadwalnya secara rapi atau teratur sehingga kelak tak terjadi kerumunan di lokasi vaksinasi. Penerapan protokol kesehatan dalam pemberian pelayanan vaksinasi Covid adalah hal yang mutlak.

Kedua, pemerintah bersama pihak terkait lainnya juga harus lebih serius lagi menyosialisasikan program vaksinasi ini agar nanti pelaksanaannya lancar. Ini penting agar tak sampai terjadi penolakan oleh sebagain masyarakat dengan alasan macam‑macam.

Masyarakat harus diberitahukan bahwa semua negara di dunia kini bergantung pada vaksin untuk mengakhiri pandemi ini. Kehadiran vaksin Covid‑19 diyakini bisa mengubah kehidupan manusia dan membangkitkan kelumpuhan yang terjadi saat ini. Vaksin tidak hanya membuat manusia imun dari virus Covid‑19, tetapi juga akan menghidupkan kembali sektor ekonomi, dan menggerakkan kembali roda usaha yang saat ini berhenti.

Kita menggarisbawahi, lebih delapan bulan, virus Corona seolah memegang kendali aktivitas kehidupan kita. Kendali hidup kita benar‑benar "diatur" sang virus yang berasal dari Cina itu. Manusia di dunia terpaksa membatasi aktivitas demi mencegah penularan. Makanya, dengan vaksin, kita diharapkan dapat beraktivitas lagi seperti biasa atau dengan kebiasaan baru. Bekerja, bersekolah, beribadah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya kembali bisa dilakukan, tentu saja dengan tetap mematuhi aturan berkehiduoan dengan kebiasaan baru.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved