Jumat, 12 Juni 2026

Internasional

Polisi Paris Diskor, Memukul Pria Kulit Hitam Dengan Pentungan Sampai Berlumuran Darah

Tiga petugas Polisi Paris Prancis diskors karena memukul seorang pria kulit hitam dengan pentungan sampai berlumuran darah.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Produser musik, Michel Zecler mengalami luka-luka seusai dipukul polisi di Paris, Prancis. 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Tiga petugas Polisi Paris Prancis diskors karena memukul seorang pria kulit hitam dengan pentungan sampai berlumuran darah.

Korban langsung mencari keadilan setelah rekaman video yang menunjukkan petugas berulang kali memukulnya tanpa alasan yang jelas.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin memerintahkan para petugas yang terlibat dalam kasus itu diskor.

Insiden itu terjadi ketika Presiden Emmanuel Macron mendorong undang-undang baru membatasi memfilmkan polisi.

Ha itu telah memicu protes dari kelompok-kelompok kebebasan sipil dan jurnalis yang khawatir hal itu akan memungkinkan kebrutalan polisi tidak dihukum.

Video yang pertama kali diterbitkan pada Kamis (26/11/2020) oleh situs berita Prancis Loopsider menunjukkan penangkapan kejam terhadap seorang produser musik, Michel Zecler.

Berlokasi di arondisemen ke-17 atau distrik ibu kota Prancis pada Sabtu (21/11/2020).

Rekaman video yang diperoleh Associated Press, baik dari kamera keamanan di dalam studio dan difilmkan oleh tetangga di luar, menunjukkan tiga petugas mengikuti Zecler di dalam studio musiknya.

Di mana mereka terlihat berulang kali meninju dan memukulinya dengan pentungan.

Zecler mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa sudah merasa baik karena kebenaran sudah terungkap.

“Saya ingin memahami mengapa saya diserang oleh orang-orang yang berseragam polisi," katanya.

"Saya ingin keadilan sebenarnya, karena saya percaya pada keadilan negara saya,” tambahnya.

Baca juga: Pria Prancis Dihukum 25 Tahun Penjara, Terbukti Membunuh dan Membakar Istrinya Sendiri

Zecler mengatakan bahwa para petugas berulang kali melontarkan hinaan padanya, termasuk julukan rasis yang sangat kuat.

Dia menambahkan bahwa dia masih belum mengerti mengapa petugas memutuskan untuk menangkapnya.

Dia menderita luka di kepala, lengan dan kakinya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved