Jumat, 12 Juni 2026

Internasional

Polisi Paris Diskor, Memukul Pria Kulit Hitam Dengan Pentungan Sampai Berlumuran Darah

Tiga petugas Polisi Paris Prancis diskors karena memukul seorang pria kulit hitam dengan pentungan sampai berlumuran darah.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Produser musik, Michel Zecler mengalami luka-luka seusai dipukul polisi di Paris, Prancis. 

Dia mengatakan, "Saya ingin proses disipliner secepat mungkin."

Prefektur polisi Paris mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa IGPN akan berusaha untuk mengetahui kejadi yang tepat seputar penangkapan pria itu.

Kantor kejaksaan Paris juga sedang menyelidiki tindakan polisi tersebut.

Kantor kejaksaan mengatakan telah membatalkan proses terhadap Zecler pada hari penangkapannya.

Sebagai gantinya membuka penyelidikan untuk tindakan kekerasan oleh seseorang dalam posisi otoritas publik dan pernyataan palsu.

Menurut surat kabar Le Parisien, berdasarkan catatan tertulis pernyataan petugas sehari setelah penangkapan, Zecler menarik perhatian mereka.

Karena tidak mengenakan masker yang wajib di luar ruangan Paris di tengah pandemi virus Corona.

Dia tampak gugup dan bau obat yang kuat berasal dari dirinya.

Mereka mengatakan dia menjadi berbahaya.

Baca juga: Presiden Prancis Kritik The New York Times Atas Laporan Ekstremisme Islam

Pengacara Zecler berkata: "Klien saya tidak pernah melakukan kekerasan apa pun terhadap polisi ... Dia bahkan tidak membela diri."

Ini adalah penyelidikan kebrutalan polisi kedua di Paris minggu ini yang dipicu oleh rekaman video.

Pemerintah memerintahkan penyelidikan polisi internal setelah petugas polisi difilmkan melempar migran keluar dari tenda dan dengan sengaja tersandung saat mengevakuasi dari kamp protes.

Pada hari yang sama, majelis rendah parlemen Prancis menyetujui rancangan undang-undang yang dimaksudkan untuk memperkuat polisi lokal dan memberikan perlindungan yang lebih besar kepada semua petugas.

Mempublikasikan gambar petugas dengan maksud menyakiti mereka merupakan suatu kejahatan.

RUU tersebut, yang mendapat dukungan publik setelah serangan teroris baru-baru ini, sekarang akan diajukan ke Senat.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved