Minggu, 19 April 2026

Pandemi

Covid-19 Belum Berakhir, Kini China Diserang Wabah Baru Bernama Norovirus

Virus baru ini menyerang sejumlah sekolah dan universitas di Provinsi Liaoning, China timur laut, dan Shanxi di China utara.

Editor: Taufik Hidayat
Foto file Anadolu Agency
Ilustrasi: Norovirus kini menjangkiti China 

SERAMBINEWS.COM, ZIGONG - Wabah baru "norovirus" melanda Provinsi Sichuan di barat daya China, menginfeksi lebih dari 50 anak.

Virus itu baru-baru ini mewabah di taman kanak-kanak di Kota Zigong, di mana anak-anak mengalami muntah-muntah yang disebabkan oleh norovirus, lansir Global Times.

Norovirus adalah virus yang sangat menular, yang menyebabkan muntah dan diare.

Orang dari segala usia bisa terinfeksi virus yang menyebar dengan mudah itu.

Pasien yang terinfeksi norovirus bisa melepaskan milyaran partikel virus, tapi hanya sedikit dari partikel itu yang bisa membuat orang lain sakit.

"Setelah penyelidikan epidemiologi dan tes asam nukleat, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) memastikan bahwa muntah-muntah itu disebabkan oleh infeksi norovirus," kata Departemen Kesehatan.

Otoritas menambahkan bahwa semua anak dalam kondisi stabil dan menerima perawatan di rumah sakit dengan gejala ringan.

Baca juga: Gelar Pahlawan Kemanusiaan Untuk Ahmad Nizar, Perawat yang Meninggal Karena Suspek Covid-19

Baca juga: 4 Dokter Dihukum Penjara, Terlibat Praktik Perdagangan Organ Ilegal dari Korban Kecelakaan di China

Baca juga: Eropa Bebaskan Ketergantungan Baterai Mobil Listrik Dari China 2025, Salah Satunya Tambang Indonesia

Selama sebulan terakhir, virus itu menyerang sejumlah sekolah dan universitas di Provinsi Liaoning, China timur laut, dan Shanxi di China utara.

Sejauh ini, vaksin untuk norovirus belum tersedia di pasaran.

Norovirus menginfeksi 685 juta orang di seluruh dunia setiap tahun dan semakin menjadi masalah kesehatan masyarakat di China.

Pada Februari 2019, otoritas China menyetujui uji klinis untuk vaksin tetravalen pertama di dunia untuk melawan virus ini.

Vaksin tersebut, setelah empat tahun dikembangkan, secara teoritis dapat mencegah 80 hingga 90 persen infeksi norovirus, menurut Kantor Berita Xinhua.(AnadoluAgency)

Baca juga: Menelusuri Peninggalan Megalitikum di Lore Lindu Sulawesi Tengah

Baca juga: Edhy Prabowo Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan

Baca juga: Hukum Utang Piutang Dalam Islam, Siapa yang Tanggung Ketika Sudah Meninggal? Lengkap dengan Hadis

Baca juga: Derita Istri Alami 13 Luka Tusukan akibat Ditikam Suami saat Shalat Tahajud, Korban Kritis

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved