Breaking News:

Partisipasi Pemilih

Bawaslu: Partisipasi Masyarakat Aceh Tinggi dalam Pemilu, Ini Buktinya

Bawaslu mengklaim masyarakat Aceh semakin berani melapor pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam Pemilu ataupun Pilkada.

File SERAMBI FM - ILHAM
Dua anggota Bawaslu Aceh yaitu Naidi Faisal (Anggota/Divisi Penyelesaian Sengketa) dan Nyak Arief Fadhillah Syah (Anggota/Divisi Hukum Data dan Informasi) menjadi narasumber pada Program Podcast Serambi dengan tema "Penegakan Hukum Pemilu di Aceh", Kamis (3/12/2020). Acara ini dipandu Yocerizal (Asisten Manager Produksi Harian Serambi Indonesia). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengklaim masyarakat Aceh semakin berani melapor pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam Pemilu ataupun Pilkada.

Hal ini tidak terlepas dari tingginya kesadaran masyarakat dan mudahnya cara melapor.

Demikian disampaikan oleh Nyak Arief Fadhillah Syah Anggota Bawaslu Aceh yang membidani Divisi Hukum Data dan Informasi saat menjadi narasumber dalam program Podcast Serambi dengan tema “Penegakan Hukum Pemilu di Aceh”, Kamis (3/12/2020).

Program yang dipandu Yocerizal, Asisten Manager Produksi Harian Serambi Indonesia itu juga menghadirkan narasumber lain yaitu Naidi Faisal yang juga anggota Bawaslu Aceh yang membidangi Divisi Penyelesaian Sengketa. 

“Memang benar ada situasi dimana masyarakat  itu kurang respon terhadap isu pemilu. Tapi dari pemilu ke pemilu di Aceh ini tren ini sudah terjadi perubahan, masyarkaat lebih peduli sekarang,” kata Nyak Arief. 

Menurutnya, saat ini tingkat partisipasi masyarakat terhadap pesta demokrasi sudah tinggi. Indikator ini dilihat dari tingginya angka pelaporan pelanggaran Pemilu yang diterima Bawaslu atau Panwaslih di Aceh yang dimulai sejak Pemilu 2006 hingga 2014 lalu.

“Dahalu cara melapor pelanggaran mungkin sangat tradisional, masyarkaat harus datang ke kantor Bawaslu untuk melapor. Tapi sekarnag cara melapor sudah bisa melalui aplikasi. Artinya akses melapor sudah dipermudah,” ujarnya. 

Pernyataan yang serupa juga disampaikan Naidi Faisal. Bahkan, kata Naidi, Bawaslu secara nasional sudah membuat beberapa aplikasi untuk memudahkan penyelesaian melapor, seperti Sistem Informasi Penyelesain Sengketa (SIPS). 

“Kita juga sedang melatih teman-teman di kabupaten/kota untuk menjalankan aplikasi ini. Bahkan aplikasi ini sudah mulai diterapkan pada Pilkada 2020. Sejauh ini sangat efektif dan memudahkan,” ungkap Naidi.(*)

Baca juga: Iran Keluarkan UU untuk Tingkatkan Kemampuan Nuklir

Baca juga: Puisi Corona dari Penyair Asal Lhokseumawe Masuk Nominasi Olimpiade Seni

Baca juga: 2.800 Tentara Azerbaijan dan 2.317 Tentara Armenia Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh

Baca juga: Pria Muslim India Ditangkap, Berdasarkan Hukum Jihad Cinta, Menikahi Wanita Hindu dan Masuk Islam

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved