Breaking News:

Ibu Ini Ngaku Dirampok Hilang Rp 140 Juta dan Cincin Emas, Ternyata Rekayasa Hindari Tagihan Utang

Belakangan diketahui, laporan palsu kepada polisi bertujuan untuk menghindari kejaran orang yang hendak menagih utang.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.COM/DANI JULIUS
Polisi mengungkap kasus penipuan pembelian dua bidang tanah di Desa Cerme, Panjatan, Kulon Progo, pada Maret 2019. Polisi menunjukkan bukti berupa lima lembar bukti transfer dari DW ke NA dan satu bundel rekening koran riwayat transfer dari DW pada NA.(KOMPAS.COM/DANI JULIUS) 

SERAMBINEWS.COM, KULON PROGO –Ibu rumah tangga (IRT) bernama NA (33) mengaku menjadi korban perampokan.

NA kemudian melaporkan diri ke Kepolisian Sektor Panjatan, mengaku menjadi korban perampokan.

NA mengku dirampok di sebuah jalan tanjakan di Pedukuhan Cerme, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 16 Oktober 2020 lalu, siang.

Kepada polisi, ia mengaku kehilangan uang tunai Rp 140 juta, cincin emas 5,5 gram, SIM, KTP, kartu BPJS, surat nikah hingga ATM.

Warga Bojong di Panjatan ini sampai membawa saksi yang melihat aksi perampokan.

Ia juga menunjukkan tas selempang yang robek dari peristiwa tersebut.

Rupanya semua itu bohong.

NA ternyata memberi laporan palsu.

“Pelaku berpura-pura menjadi korban perampokan atau jambret di jalan tanjakan Gunung Sutorini, Cerme, Panjatan,” kata Kasubag Humas Polres Kulon Progo Iptu I Nengah Jeffry dalam keterangan pers, Selasa (8/12/2020).

Polisi tidak percaya begitu saja meski laporan NA terlihat meyakinkan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved