Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Dugaan Pungli Bantuan Dana UMKM Mencuat, Ketua DPRK Minta Diusut, Begini Penjelasan Kadiskop

Informasi yang diterima Serambinewas.com menyebutkan, pemberian bantuan dana UMKM sebesar Rp 2,4 juta perorang itu, ternyata diterima tidak utuh.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, SSTP, MSi. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Proses pencairan bantuan dana Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) program Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) di Aceh Tenggara diduga terjadi praktek pungutan liar (pungli).

Informasi yang diterima Serambinewas.com menyebutkan, pemberian bantuan dana UMKM sebesar Rp 2,4 juta perorang itu, ternyata diterima tidak utuh.

Pasalnya, terjadi praktek pungli yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mencari kesempatan di tengah rakyat dilanda pandemi Covid-19.

"Saya sudah menerima laporan langsung dari penerima dana UMKM. Ada yang mengaku dananya Rp 2,4 juta dibagi dua dengan oknum-oknum yang mengaku telah mengurus proses untuk mendapatkan dana UMKM,” ujar Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, SSTP, MSi kepada Serambinews.com, Kamis (10/12/2020).

“Kalau dana ini tidak dibagi, bisa-bisa data penerima UMKM menghilang atau hal lainnya yang membuat warga penerima dana UMKM jadi panik,” urai dia.

Baca juga: Pasien Sembuh dari Infeksi Corona Bertambah 98 Orang, Paling Banyak Warga Kota Banda Aceh

Baca juga: Rental Mobil untuk Jemput Wanita Rohingya di Lhokseumawe, Sopir dan Tukang Becak Ditangkap

Baca juga: VIRAL Sebelum Hembuskan Napas Terakhir Setelah Terlindas Truk, Gadis Ini Beri Isyarat dan Pesan

“Disinilah kita menduga ada indikasi oknum yang bermainan dibalik proses pencarian dana UMKM," tukas Ketua DPRK Aceh Tenggara ini.

Menurut Denny, pihaknya akan meminta pihak berwajib mengusut dugaan pungli bantuan dana UMKM tersebut karena sangat merugikan rakyat.

“Kita tidak mau setiap pengurusan bantuan kepada rakyat miskin khususnya pedagang UMKM terjadi praktek pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mencari kesempatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Tenggara, Resimen secara terpisah menjelaskan, dirinya telah dipanggil Wakil Ketua DPRK Aceh Tenggara.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved