Pertanian Organik

SMK PP Kutacane Jalin Kerjasama dengan AOI Bogor

Pihak SMK PP Kutacane juga berencana membentuk sekolah organik yang akan membina petani di Aceh Tenggara.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Taufik Hidayat
Dok SMK PP Kutacane
Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Kutacane, menjalin kerjasama dengan Aliansi Organik Indonesia (AOI) Bogor Selasa (8/12/2020). FOTO Jumat (11/12/2020). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Negeri Kutacane, menjalin kerjasama dengan Aliansi Organik Indonesia (AOI) Bogor.

Penandatanganan kerjasama atau MoU tersebut ditandatangani oleh Muhammad SP MP Kepala SMK PP Kutacane dan Direktur Aliansi Organis Indonesia Bogor, Pius Mulyono, Selasa (8/12/2020).

Kepsek SMK PP Kutacane, Muhammad SP MP, kepada Serambinews.com, dalam rilisnya  Jumat (11/12/2020) menyampaikan bahwa sekolahnya telah memulai melakui kegiatan pertanian organis, produksi sayuran tanpa kimiawi, pengembangan pertanian organik dan segera akan membentuk sekolah organik yang akan membina petani di Aceh Tenggara.

Ia berharap didampingi oleh Aliansi Organis Indonesia baik penyuluhan, sosialisasi, layanan, training, studi dan penelitian organik dan advokasi kebijakan.   

Sementara itu, Manajemen Program AOI Bogor, Sukmi Alkausar, menyampaikan, MoU yang dijalin kedua pihak tentang pendidikan dan peningkatan sumberdaya manusia pertanian dan di dasarkan oleh undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional dan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005, pasal 26 ayat 3 tentang standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan.

Aliansi Organis Indonesia merupakan organisasi masyarakat sipil berbadan hukum perkumpulan bersifat nirlaba dan independen.

AOI diinisiasi oleh pihak kelompok tani, swasta, LSM, akademisi yang beranggotakan 99 anggota di 18 Provinsi di Indonesia.               

AOI bertujuan untuk memperkuat dan memajukan gerakan pertanian organik dan fair trade Indonesia, khususnya pemberdayaan petani kecil melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, manajemen mutu produksi sehingga dapat mengakses pasar yang lebih baik.    

Menurut dia, mereka siap memfasilitasi, menginisiasi, memperkuat kualitas kelembagaan dan produksi petani, dan sumberdaya manusia, menyediakan basis dan data informasi tentang pertanian organik.(*)

Baca juga: 15 Makanan Kaya Kolin untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin dan Cegah Cacat Lahir

Baca juga: Bantuan UMKM Cair, Pedagang Serbu Bank, Mursalin: Jangan Abaikan Protokol Kesehatan

Baca juga: Beredar Kabar Banjir Susulan, Warga Lhoksukon Cemas: Ya Allah, Bagaimana Ini?

Baca juga: Dampak Covid-19, Wisuda Harus Dilakukan Sendiri di Tengah Hutan, Hanya Didampingi Orangtua

Baca juga: Distribusi Air Belum Lancar, Warga Jeulingke 6 Hari Tak Ada Air

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved