Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Dinsos Bantu Tas dan Alat Tulis, Anak Korban Banjir di Tamiang Kini Bisa Sekolah Lagi

Anak-anak di Aceh Tamiang yang terdampak banjir bisa kembali sekolah setelah mendapat bantuan logistik berupa tas dan peralatan tulis.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Bupati Aceh Tamiang, Mursil bersama Kadis Sosial Aceh, Alhudri mengecek jenis bantuan Pemerintah Aceh untuk korban banjir, Rabu (16/12/2020). Salah satu item bantuan berupa tas dan alat tulis untuk anak usia sekolah. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Anak-anak di Aceh Tamiang yang terdampak banjir bisa kembali sekolah setelah mendapat bantuan logistik berupa tas dan peralatan tulis.

Perkembangan mental para generasi muda itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya trauma.

Bantuan ini diantar Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Alhudri bersama rombongan yang diterima langsung Bupati Aceh Tamiang, Mursil di Pendopo, Rabu (16/12/2020).

Alhudri menyatakan, bantuan yang diangkut dari Banda Aceh menggunakan dua truk itu sebagai bentuk perhatian Pemerintah Aceh terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

“Selain sandang dan pangan, ada juga keperluan sekolah untuk anak-anak kita berupa tas dan buku tulis,” kata Alhudri.

Baca juga: 5 Ketua Partai Pengusung Bertemu di Jakarta, Bahas Rencana Pengusulan Cawagub,Begini Perkembangannya

Baca juga: VIDEO Video Viral Seekor Dinosaurus Turun dari Truk di Magetan, Ini Faktanya

Baca juga: Massa Usir Pendemo yang Menolak Habib Rizieq di Banda Aceh

Alhudri mengingatkan, agar masyarakat tetap waspada karena di penghujung tahun, cuaca cenderung ekstrim sehingga belum dapat diprediksi.

Dia mencontohkan, cuaca ekstrim yang berujung terjadinya bencana alam seperti terjadi di Aceh Utara dan Aceh Timur.

"Alhamdulillah, kondisi sudah mulai stabil seperti sedia kala dan masyarakat juga telah kembali ke rumah masing-masing untuk beraktivitas seperti semula," ucapnya.

Kadinsos menekankan bahwa, masyarakat harus menyadari bencana alam menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat secara material dan psikologis.

Makanya, dia memastikan, kalau Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota harus terus bersinergi agar masyarakat yang menjadi korban tidak mengeluh, terutama di masa panik.

Baca juga: FOTO - Sempat Buron Selama 18 Tahun Terkait Kasus Terorisme, Zulkarnaen Akhirnya Ditangkap Densus 88

Baca juga: Mampu Terobos Semua Medan, Sekda Haili Yoga Cek Kesiapan Damkar Baru akan dibeli Pemkab Bener Meriah

Baca juga: 378 Atlet Ikut Kejuaraan Atletik Tingkat SD Piala Kadisdikbud Banda Aceh, Ini Nomor Diperlombakan

"Tapi kalau kita lihat kondisi alam saat ini, tidak tertutup kemungkinan hal itu akan terulang lagi, makanya sebelum itu terjadi, kita antarkan bantuan ini,” urainya.

Tentu di gudang, logistik harus kita isi terus karena barang logistik yang kemarin-kemarin sudah dipakai untuk kebutuhan masyarakat dan hal ini sesuai arahan Pak Gubernur Aceh," papar Alhudri.

Seperti diketahui, banjir yang diakibatkan hujan lebat ini menyebabkan luapan daerah aliran sungai (DAS) hingga merendam permukiman penduduk di tiga kecamatan.

Daerah yang terendam meliputi Kecamatan Tamiang Hulu, Tenggulun, dan Kejuruanmuda, dengan masyarakat yang terdampak banjir sebanyak 1.667 kepala keluarga (KK) atau 6.1714 jiwa.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved