Breaking News:

Suara Parlemen

Salurkan Bantuan Korban Banjir di Aceh, Muslim SHI MM Ajak Semua Pihak Jaga Hutan

Tak hanya itu, bencana banjir juga memaksa PLN wilayah setempat untuk melakukan pemadaman di beberapa kecamatan di Aceh Utara dan Aceh Timur, serta te

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Muslim SHi, MM saat meninjau korban banjir. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Tingginya intensitas hujan di Aceh dalam dua minggu terakhir, menyebabkan bencana banjir di sejumlah daerah di Provinsi Aceh.

Banjir yang melanda di penghujung tahun ini, setidaknya telah melanda di 16 Kecamatan di Aceh Utara, 17 Kecamatan di Aceh Timur, 5 Kecamatan di Aceh Tamiang, dan lainnya telah menyebabkan 27 ribu warga Aceh mengungsi.

Tak hanya itu, bencana banjir juga memaksa PLN wilayah setempat untuk melakukan pemadaman di beberapa kecamatan di Aceh Utara dan Aceh Timur, serta terganggu/terputusnya jalur transportasi darat yang menghubungkan antar kecamatan/kabupaten maupun ke provinsi tetangga.

Terkait bencana banjir tersebut, Muslim SHI MM, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat, bersama tim relawannya bergerak ke titik-titik lokasi banjir, sembari membagikan bantuan berupa sembako kepada para korban.

Sembako yang disalurkan oleh Muslim dan relawannya berupa 2,7 ton beras, 185 dus mie instan, sejumlah telur dan minyak goreng, peralatan dan perlengkapan mandi hingga obat-obatan.

Muslim, dalam lawatannya ke salah satu titik lokasi banjir, yaitu Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara menyampaikan ungkapan keprihatinannya atas bencana banjir di sejumlah daerah di Aceh.

Tak lupa ia juga berpesan kepada para korban untuk tabah dan bersabar atas bencana ini, serta mengambil hikmah dari ujian ini.

Muslim menyampaikan salah satu penyebab bencana banjir, khususnya di Aceh karena kerusakan hutan. Mengutip data dari HAkA, kerusakan hutan di Aceh dalam 3 tahun terakhir masih sangat tinggi, mencapai 41 hektar per hari.

“Di hulu, hutan-hutan kita telah sangat rusak akibat deforestasi dan illegal logging. Kerusakan ini menyebabkan daya dukung hutan menurun, dan akibatnya terjadilah bencana seperti banjir, erosi, tanah longsor dan lainnya. Karenanya, Saya mengajak seluruh pihak untuk saling bekerjasama dalam memulihkan, menjaga dan melestarikan hutan," ujar Muslim.

Disebutkan, KLHK misalnya, selaku pemangku terdepan dalam menjaga hutan harus proaktif memetakan lahan-lahan kritis dan menganggarkan program rehabilitasi. Berikut dengan fungsi pengawasan dan penegakan hukumnya, harus benar-benar ditegakkan.

Baca juga: Atletico Madrid Andalkan Duet Luis Suarez-Joao Felix dalam Laga Lawan Elche

Baca juga: Cara Mengatasi Bibir Kering Secara Alami,  Oleslkan Minyak Kelapa Hingga Banyak Minum Air Putih

Baca juga: Sistem Desentralisasi Limpahkan Kekuasaan Besar ke Daerah, Mendagri: Pemda Dituntut Inovatif

Begitu juga dengan pemerintahan daerah, harus berhati-hati dalam mengeluarkan izin pengelolaan hutan. Jangan sampai, atas dasar pembangunan ekonomi dan iming-iming investasi, kelestarian alam dan lingkungan digadaikan.

Kemudian, peran serta komunitas. Masyarakat dan komunitas, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan harus ikut serta dan berperan dalam menjaga kawasan hutan. Komunitas harus bergerak, berkreasi dan berinovasi untuk menggerakkan sektor kehutanan non kayu, seperti eco-wisata, jasa lingkungan, dan lainnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved