Breaking News:

Luar Negeri

Orang Tua Khawatir Alat Kelamin Anak Cacat usai Sunat di Klinik, Jalani Penambalan Kulit Kemaluan

Orang tua khawatir alat kelamin anaknya akan cacat setelah lakukan sunat di salah satu klinik di Malaysia, sebut harus menjalani penambalan kulit

HARIAN METRO
Orang tua khawatir alat kelamin anaknya akan cacat setelah lakukan sunat di salah satu klinik di Malaysia, sebut harus menjalani penambalan kulit kemaluan. 

SERAMBINEWS.COM - Orang tua khawatir alat kelamin anaknya akan cacat setelah lakukan sunat di salah satu klinik di Malaysia, sebut harus menjalani penambalan kulit kemaluan.

Kejadian yang mengejutkan bagi orang tua, ketika melihat perubahan pada kelamin anaknya setelah dilakukan sunatan.

Melansir dari Harian Metro, Senin (21/12/2020) suami istri menuntut pihak klinik terkait untuk bertanggung jawab atas yang dialami anaknya.

"Saya dan suami menyesali apa yang terjadi dan menuntun klinik bertanggung jawab," kata Rosnah Musa.

Rosnah Musa (35) ibu dari empat orang anak yang tinggal di Seri Melur, Ayer Tawar, Perak, Malaysia mengatakan sedih dengan keadaan yang dialami anaknya.

Ia menceritakan anak keduanya Muhammad Adly Hadi Adzrul Effendie (8) yang melakukan pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Ipoh, Malaysia sejak 18 Desember 2020 lalu setelah mengalami pembengkakan pada kelamin.

Baca juga: 5 Momen Wisuda Unik Sepanjang 2020, Ada yang Gendong Ayah Sakit hingga Drive Thru Pakai Traktor

Baca juga: Bikin Publik Takjub, Aurel Hadiahi Satu Motor untuk Pria Aceh yang Rela Rawat Istri Sakit Kanker

Baca juga: Praktik Jual Beli Surat Rapid Test Palsu di Surabaya Terbongkar, Rp100 Ribu untuk Hasil Non Reaktif

Menurutnya, kejadian itu dialami anaknya setelah melakukan sunatan di salah satu klinik dengan menggunakan 'penjepit' (menggunakan klip) di sebuah klinik swasta di di Seri Manjung pada 13 Desember 2020 lalu.

"Selain itu anak sering mengeluh kesakitan, menangis dan ketakutan setiap ingin membuang air kecil.

"Situasi demikian membuat saya dan suami khawatir karena perkara demikian sesuatu yang tidak normal.

"Meski awalnya kami mengira perkara demikian positif, tetapi sangat tidak menyenangkan mengetahui yang dialami anak kami.

Halaman
123
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved