Sabtu, 9 Mei 2026

Kilas Balik Tsunami Aceh 2004

Kilas Balik Tsunami Aceh | Kisah Pria Cacat Tidur Bersama Mayat Korban Tsunami di Bubungan

Kilas balik tsunami Aceh, seorang pria cacat selamat dan bermalam di bubungan bersama mayat-mayat korban tsunami. 

Tayang:
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Muhammad Hadi

SERAMBINEWS.COM - Kilas balik tsunami Aceh, seorang pria cacat selamat dan bermalam di bubungan bersama mayat-mayat korban tsunami

Tsunami diperingati setiap tanggal 26 Desember di Aceh, sebagai momen mengenang bencana dahsyat yang meluluh lantakkan Serambi Mekkah pada 26 Desember 2004 silam. 

Setiap tahunnya, Aceh mengenang tsunami sebagai salah satu pengalaman kelam serta sebagai pembelajaran. 

Berbagai kisah tersimpan dari gelombang menyapu daratan, seperti salah satu kisah pria cacat yang bermalam di bubungan bersama mayat korban tsunami

Kisahnya telah diberitakan pada Koran Harian Serambi Indonesia pada hari Selasa (11/1/2005) dengan judul "Bermalam di Bubungan dan Tidur Bersama Mayat". 

Berikut ini, kami sajikan kembali untuk Anda pembaca setia Serambinews.com

Baca juga: Kado Istimewa Ultah ke-23 Delisa, Gadis Cilik yang Kehilangan Kaki saat Tsunami Aceh

Hanya dalam hitungan detik gulungan ombak berwarna hitam yang diperkirakan setinggi 12 meter menyapu rumah Tami (40) yang berlokasi di bibir pantai Pasie Aron Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.

Tami lelaki cacat--maaf--kedua kakinya pengkor itu, akhirnya hanya bisa pasrah.

la diombang-ambingkan ombak tsunami kurang lebih satu kilometer.

Tami menceritakan saat-saat dramatis itu kepada Serambi di lokasi pengungsian yang juga rumah orang tuanya di Desa Alur Pinang Samadua, Aceh Selatan.

Pada hari naas itu, Minggu (26/12/2004), Tami yang bekerja sebagai montir ranmor dan boat itu sedang duduk duduk di depan rumah yang lebih pantas disebut gubuk.

Tiba tiba la merasa dunia seperti berputar dan berguncang deras, disertai jerit serta pekikan takbir dari warga sekitar bibir pantai.

"Melihat gempa yang begitu dahsyat, saya berfirasat tak enak." Lalu ketika gempa reda.

Dia langsung meminta istrinya berkemas untuk segera keluar dari gubuk mereka.

Baca juga: Korban Banjir di Rumah Bantuan Tsunami di Pidie Bersihkan Lumpur

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved