Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

PBB Puji Arab Saudi Atas Gerakan Anti Korupsi Global

Pejabat tinggi PBB berterima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi karena mendukung gerakan anti-korupsi global. Direktur eksekutif Kantor PBB

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Ghada Waly menyampaikan terima kasih kepada Arab Saudi atas kontribusi dalam gerakan anti-korupsi global. 

SERAMBINEWS.COM, WINA - Pejabat tinggi PBB berterima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi karena mendukung gerakan anti-korupsi global.

Direktur eksekutif Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Ghada Waly, bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Austria.

Bersama perwakilan tetap untuk PBB dan organisasi internasional di Wina, Pangeran Abdullah bin Khalid bin Sultan bin Abdul Aziz.

Selama pertemuan mereka, dia berterima kasih kepada Arab Saudi atas kontribusinya yang murah hati dan kepercayaannya pada UNODC, seperti dilansir SPA, Jumat (25/12/2020).

Hal itu menyusul perjanjian pendanaan 10 juta dolar AS untuk mendukung jaringan operasional global otoritas penegakan hukum anti-korupsi.

Baca juga: Zakat Perusahaan di Arab Saudi Masuk ke Badan Jaminan Sosial

Perjanjian tersebut ditandatangani antara Kerajaan, diwakili oleh Komisi Anti-Korupsi Nasional Saudi, dan UNODC.

Waly mengatakan inisiatif itu adalah cerminan sempurna dari peran utama yang diambil Kerajaan dalam perang melawan korupsi.

Ia bercerita tentang perkembangan dan kemajuan yang terjadi di Arab Saudi di beberapa bidang, khususnya pemberdayaan perempuan di bidang peradilan pidana dan keamanan.

Dia menyarankan beberapa cara untuk memperluas kerja sama antara Kerajaan dan UNODC.

Seperti kesempatan Kerajaan untuk mendukung negara-negara berkembang di bawah payung UNODC.

Melalui berbagi keahlian dan pengalama, mengingat kumpulan bakat yang dimilikinya dapat bermanfaat dalam menerapkan program yang relevan.

Pangeran menekankan komitmen negaranya untuk mendukung upaya UNODC dan segala sesuatu yang berkaitan dengan meningkatkan programnya di Kerajaan.

Dia mengatakan perjanjian pendanaan itu ditandatangani sejalan dengan inisiatif Riyadh, yang disambut baik oleh para pemimpin G20.

Ini juga mencerminkan upaya Saudi untuk membangun kerja sama internasional di bidang anti-korupsi.

Baca juga: Arab Saudi Tutup Penerbangan Internasional Sepekan, Bagaimana Nasib Jamaah Umrah?

Kemudian mengaktifkan peran UNODC melalui bantuan teknis kepada negara-negara anggota untuk meningkatkan kapasitas nasional.

Itu juga mencerminkan peran Kerajaan dalam memperluas kemitraan dan mengadopsi inisiatif internasional, tambahnya.

Duta besar mencatat minat Kerajaan dalam mempromosikan kemitraan ini dan mempromosikan bakat lokal.

Dia mengatakan Kerajaan tertarik untuk merujuk inisiatif dan program ini kepada otoritas lokal untuk dipelajari dan dieksplorasi.

Sejalan dengan aspirasi negara dan rencana reformasi Visi 2030, untuk menjadi pemain yang efektif di panggung global.(*)

Baca juga: 400 Ribu Warga Arab Saudi Masuk Penerima Pertama Vaksin Covid-19

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved