Kilas Balik Tsunami Aceh 2004
16 Tahun Tsunami Aceh - Pasien Korban Tsunami Perlu Dicuci Paru-paru
Refleksi 16 tahun Tsunami Aceh, Serambinews.com, menayangkan kembali arsip berita dari Harian Serambi Indonesia, edisi Kamis 13 Januari 2005.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Dokter spesialis membutuhkan peralatan itu, diharapkan peralatan tersebut dapat disumbangkan atau dibawa ke daerah yang terkena tsunami, seperti RSU Cut Meutia Lhokseumawe dan Meulaboh yang kini sedang membutuhkan.
Menyinggung tentang harga peralatan tersebut, kata dr Kodrat H Midun SpP, spesialis paru-paru yang kini baru enam bulan bertugas di di RSU Cut Meutia.
Kalau ada peralatan penghisap pasir dan kotoran lainnya yang mengindap dalam paru pasien, tentu kita tak perlu merujuk pasien ke daerah lain, karena mampu diatasi.
"Tapi karena harganya agak mahal yang mungkin tidak terjangkau dengan dana di daerah," kata dr Kodrat yang didampingi Direktur RSU Cut Meutia Aceh Utara, dr Hamdani Oesman.
Baca juga: 16 Tahun Berlalu, Ini Data dan Fakta Dahsyatnya Gempa dan Tsunami Aceh Tahun 2004
Dr Kodrat H Midun mengatakan, pihaknya telah 35 orang pasien korban tsunami ditangani.
Mereka berada di RS PMI, PT Arun dan lainnya, akan minta bantuan dokter dari Jakarta supaya dapat menyembuhkan pasien.
Seandainya negara asing dapat membantu akan lebih cepat proses peralatan tersebut.
Walaupun air gelombang tsunami itu bukan zat beracun, tapi sangat bahaya sekali.
Sebab, zat-zat benda asing masih ke dalam paru yang sebelumnya tak pernah masuk, jadi akan sangat berbahaya kalau tidak segera mendapat bantuan medis.
Dikatakan, banyak korban bencana alam yang ditangani kelihatan trauma, mereka banyak yang menangis tatkala mengingat tentang peristiwa tersebut dan benar-benar rasa takut.
Bahkan, ada seorang pasien yang mengalami gangguan jiwa berat, karena itu terpaksa diserahkan kepada dokter Jiwa.
Baca juga: Refleksi 16 Tahun Tsunami, PP TIM Selenggarakan Diskusi Virtual, Pembicara Kunci M Jusuf Kalla
Pasien satu itu tidak mau diajak bicara, dia hanya duduk termenung dan kalau kita mendesak bertanya menangis, dia telah trauma dengan kejadian.
Kasus penyakit paru pasca tsunami di Aceh memang sangat meningkat, diberbagai rumah sakit, mereka pada umumnya dari luar daerah yang dirujuk ke RSU Lhokseumawe.
Karena itu sangat-sangat diharapkan adanya peralatan Bronkhus copy, karena kalau sudah disedot pasir tersebut, tentu akan diberikan obat yang bisa menyembuhkan rasa nyeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tsunami-aceh-arsip-berita-harian-serambi-indonesia-edisi-minggu-9-januari-2005.jpg)