Breaking News:

Polisi Proses Laporan Atas Haikal Hassan Soal Mimpinya, Komisi III DPR RI: Sangat Mengada-ada

Menurut Sahroni, laporan mengenai mimpi ini terlalu mengada-ada sehingga seharusnya tak perlu ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya.

Editor: Amirullah
Channel Youtube Indonesia Lauyers Club
Ustadz Haikal Hassan dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) bertema 'Benarkah 41 Masjid Terpapar Radikal?' pada Selasa (27/11/2018) 

SERAMBINEWS.COM - Pelaporan atas Haikal Hassan yang disebut menyebarkan berita bohong dikritisi oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Ia menyayangkan tindakan polisi yang menindak lanjuti laporan atas Haikal Hassan.

Pasalnya, Haikal Hassan dilaporkan karena bercerita soal mimpinya bertemu Rasulullah SAW.

Menurut Sahroni, laporan mengenai mimpi ini terlalu mengada-ada sehingga seharusnya tak perlu ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya.

Ia juga meminta polisi untuk tegas dan tak asal memproses kasus tersebut.

“Saya rasa, pelaporan Haikal Hasan ini sudah sangat mengada-ada. Polisi juga harusnya bijak dalam menerima dan mem-follow up laporan, apabila sudah sangat mengada-ada harusnya sudah saja, enggak usah di-follow up," kata Sahroni dalam keterangan tertulis, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Bolehkan Seorang Muslim Gunakan Diskon Natal untuk Belanja, Berikut Penjelasan Buya Yahya

Baca juga: Kalahkan Lisa Blackpink, Inilah Yael Shelbia Cohen yang Dinobatkan Jadi Wanita Tercantik Dunia 2020

Sahroni menilai, harusnya polisi menggunakan energinya untuk pekerjaan lain ketimbang memproses laporan yang sulit dibuktikan ini.

“Lebih baik tidak usah di-follow up daripada akhirnya jadi melakukan proses-proses yang nggak masuk akal, kayak minta bukti,” sambung Sahroni.

Politisi Partai Nasdem ini mengingatkan polisi bahwa semua orang berhak bermimpi apapun dan bertemu siapapun.

"Kalau ada seseorang bilang dia bulan depan bermimpi akan jadi presiden, masa harus kena pasal makar? Mimpi itu hak orang, enggak boleh dikriminalisasi, ” ujar Sahroni.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved