Breaking News:

Opini

Refleksi Akhir Tahun Politik dan Fenomena Air Setengah Gelas

DUNIA politik memang unik dan kerap tidak berada pada garis linear, sehingga dalam mengamati setiap fenomena yang ada

Refleksi Akhir Tahun Politik dan Fenomena Air Setengah Gelas
Ir ZULKIFLI ABDY

Dengan demikian, lengkaplah sudah dua kubu yang bersaing sangat tajam ketika Pilpres 2019, yaitu pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di satu sisi dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno di sisi yang lain. Uniknya, kini kedua pasangan tersebut telah bersatu dalam kabinet yang dipimpin Joko Widodo sebagai presiden.

Dalam pandangan saya pribadi, masuknya Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ke dalam kabinet, dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu humanis dan politis:

- Humanis, dalam arti begitulah cara Joko Widodo membesarkan dan menghormati lawan politiknya.

- Politis, dalam arti begitulah cara Joko Widodo mengecilkan serta menunjukkan kehebatan dirinya terhadap lawan politiknya.

Adapun bagaimana kita melihat fenomena politik ini, sangat terpulang kepada sudut pandang kita masing-masing. Namun, telah menjadi sebuah fakta bahwa keputusan yang unik tersebut telah diambil Presiden Joko Widodo bersamaan dengan reshuffle kabinet tahap pertama beberapa hari lalu. Di mana setidaknya ada enam menteri baru yang telah beliau lantik di Istana Negara.

Uniknya lagi, keputusan itu diambil Presiden Jokowi bertepatan di pengujung tahun 2020.

Hal mana setidaknya telah mengakhiri spekulasi publik tentang kinerja anggota kabinet yang belum optimal, juga pergunjingan publik tentang dua orang menteri yang sedang tersangkut dugaan kasus korupsi.

Kalau kita boleh berprasangka baik, langkah-langkah politik yang diambil oleh Presiden Jokowi adalah sebentuk isyarat bahwa presiden sedang memutar sedikit "haluan" dalam upayanya menyatukan kembali elemen-elemen politik pascapilpres yang cenderung terbelah.

Hal mana kalau tidak dirajut kembali akan berpotensi menjadi persoalan bangsa yang terus berulang menyertai siklus lima tahun suksesi kepemimpinan nasional.

Boleh jadi semua itu akibat keterbukaan informasi yang tidak terbendung di era reformasi ini, di mana media sosial telah menjadi sarana sehingga ruang partisipasi masyarakat menjadi lebih terbuka untuk melibatkan diri secara leluasa di dalam dinamika politik.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved