Dikeroyok Sembilan Pemuda, Seorang Prajurit TNI Tewas Ditusuk
Akibatnya, Pratu Agus Salim mengalami luka serius dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Kata Hafiz, ada beberapa orang oknum klub moge yang mengejar Serda Mistari.
Melihat itu, ia kemudian melerainya dan sambil berteriak untuk berhenti.
Saat melerai, Hafiz mengaku sempat didorong-dorong oleh oknum anggota klub moge tersebut.
Meskipun ia sudah meminta untuk berhenti.
Namun anggota moge tersebut tetap melayangkan pukulan ke arah Serda Mistari yang berada di belakangnya.
"Saya didorong-dorong. Saya minta hentikan. Di samping saya, juga ada ibu-ibu yang memohon untuk dihentikan," katanya.
Baca juga: Korda Aceh BEM Nusantara Desak Penuntasan Kasus Beasiswa Aceh oleh Polda Aceh
Baca juga: Tidak ada Keramaian Malam Pergantian Tahun di Gayo Lues, Petugas Gabungan Siaga di Lapangan
Baca juga: Toyota Hiace Tabrak Mobil Kijang Berhenti di Beram Jalan, Sopir dan Penumpang Masuk RSUD Langsa
Beberapa saat kemudian, sambung Hafiz, oknum anggota klub moge tersebut akhirnya pergi.
Akibat kejadian itu, Serda Mistari mengalami luka di bibir bagian atas, sementara Serda Yusuf mengalami luka memar di bagian kepala.
Usai kejadian itu, polisi langsung bergerak hingga menetapkan lima anggota klub moge sebagai tersangka.
Kelima yakni berinisial, MS (49), B (18), HS (48), JAD (26), dan TR (33).
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan anggota TNI dikeroyok pengendara motor gede viral di media sosial.
Diketahui dua anggota TNI itu berinisial Serda MIS dan Serda MY bertugas di Satuan Intel Kodim 0304/Agam, Sumatera Barat.
Dalam video itu terlihat korban didorong hingga tersungkur.
Setelah itu, salah satu pelaku menendang kepala korban.
Kejadian itu diketahui terjadi di Simpang Tarok, Bukittingi, Sumatera Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prajurit-tni-tewas-ditusuk.jpg)