Dikeroyok Sembilan Pemuda, Seorang Prajurit TNI Tewas Ditusuk
Akibatnya, Pratu Agus Salim mengalami luka serius dan kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Di mana dari penyelidikan petugas diketahui aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI yang saat kejadian berpakaian sipil ini dilakukan oleh sembilan orang.
Akan tetapi, empat orang lainnya masih dalam pengejaran petugas.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban para pelaku yang sudah ditangkap, kata AKBP Puji, sekitar pukul 15.00 WIB dibawa ke Mapolda Bengkulu guna meredam situasi.
Dirinya berjanji proses pengusutan kasus itu akan dilakukan secara transparan.
Sejauh ini pihaknya masih melakukan pengembangan kasus pengeroyokan ini guna mengetahui motifnya.
“Apakah ada pengaruh minuman keras atau tidak, namun yang pasti akibat adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak,” pungkas Kapolres Rejang Lebong, AKBP Puji Prayitno.
Baca juga: Petugas Amankan Pasangan Asusila di Kamar Kos Malam Tahun Baru, Remaja Kepergok Bawa Alat Hisap Sabu
Baca juga: Pulang dari Rumah Cewek Saat Malam Tahun Baru, Pemuda 18 Tahun Dibacok Sekelompok Orang
Baca juga: Menteri Kesehatan Sebut Masyarakat yang Menerima SMS Wajib Ikuti Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19
Prajurit TNI Dikeroyok Anggota Klub Moge
Brigadir Muhammad Hafiz Bastari mengaku awalnya tak tahu jika Serda Yusuf yang dikeroyok anggota klub motor gede Harley Davidson Owner Grup, Siliwangi Bandung, Jawa Barat, adalah prajurit TNI.
Ia baru mengetahui Serda Yusuf adalah anggota TNI setelah korban akan melapor ke Dandim setelah pengeroyokan yang dialaminya. Mengetahui itu, Hafiz lalu menghubungi polisi militer (PM).
"Saya baru tahu korban adalah tentara. Saya telepon PM, setelah itu saya tidak melihat lagi korban," kata Hafiz dihubungi Kompas.com, Selasa (3/11/2020).
Kata Hafiz, saat kejadian ia menjadi petugas patwal iring-iringan moge tesebut di belakang dengan mengendarai mobil.
Namun, saat peristiwa itu terjadi ia datang terlambat. Saat itu ia melihat Serda M Yusuf sudah tergeletak di lantai dikeroyok anggota klub moge.
Sementara Serda Mistari dikejar oknum anggota moge ke dalam toko.
"Saya datangnya terlambat. Saya patwal di belakang. Jalan macet dan saya turun lihat ada kejadian itu," ungkapnya.
Melihat itu, Hafiz pun langsung melerai keributan itu. "Saya lerai dan peluk korban. Kemudian saya lihat satu orang lagi (Serda Mistari) dikejar. Saya ikut kejar dan melerainya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/prajurit-tni-tewas-ditusuk.jpg)