Breaking News:

Polisi Dalami Motif Bocah SMP Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya

Keduanya diduga membuat parodi lagu kebangsaan tersebut dan kemudian mengunggahnya ke Youtube dengan akun yang menggunakan bendera Malaysia.

Editor: Said Kamaruzzaman
Tangkap layar kanal YouTube KompasTV
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, saat memberikan update informasi terkait kasus parodi lagu Indonesia Raya 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Tim Gabungan dari Direktorat Siber Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Barat menangkap dua orang remaja yang menjadi pelaku pengunggah parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya di Youtube.

Satu remaja yang masih berstatus pelajar SMP ditangkap di rumah orang tuanya di daerah Cianjur, Jawa Barat saat malam Tahun Baru 2021.

Sementara pelaku lainnya sudah lebih dulu ditangkap di Malaysia.

"Iya, tadi malam tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat di bawah Siber Mabes Polri yang menangkapnya," kata Direktur Tindak Pidana Siber Mabes Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi, Jumat (1/1/2021).

Pelaku berinisial MDF itu adalah remaja berusia 16 tahun yang duduk di kursi 3 SMP.

Sementara rekannya seorang WNI yang tinggal di Malaysia berinisial MJ. Keduanya diduga membuat parodi lagu kebangsaan tersebut dan kemudian mengunggahnya ke Youtube dengan akun yang menggunakan bendera Malaysia.

Baca juga: Remaja Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya Ternyata juga Pandai Kelabui Petugas di Dunia Maya

Baca juga: Remaja Pembuat Parodi Lagu Indonesia Raya Ternyata Pendiam dan Jarang Bergaul

Baca juga: Fakta 2 Remaja Buat Parodi Penghinaan Lagu Indonesia Raya, Pelaku Masih SMP hingga Dijerat 2 Pasal

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yowono mengatakan, tersangka NJ lebih dulu diamankan oleh kepolisian Malaysia. Bocah berusia 11 tahun itu diamankan oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Lahad, Datu, Sabah, Malaysia. Dia tinggal sementara di negeri Jiran tersebut karena orang tuanya bekerja sebagai sopir di perusahaan Malaysia.

"Dari PDRM berhasil mengamankan satu orang laki-laki yang inisialnya NJ, umurnya 11 tahun. WNI yang ada di Sabah Malaysia. Kenapa dia ada i sana? Karena mengikuti orang tuanya yang bekerja sebagai TKI, yaitu sebagai driver salah satu perusahaan perkebunan di Sabah Malaysia," kata Argo.

Saat ditangkap PDRM, NJ mengaku dia bukanlah orang yang mengunggah konten parodi lagu Indonesia Raya tersebut. NJ menyebut akun YouTube My Asean Channel yang mengunggah parodi lagu kebangsaan Indonesia Raya itu dibuat oleh MDF yang tinggal di Cianjur, Jawa Barat. Kepada PDRM, NJ juga mengaku nama dan nomor telepon yang tercantum di dalam akun tersebut dicatut oleh MDF.

"Memang dari NJ, keterangannya bahwa di channel di akun My Asean itu bukan dia yang membuat. Tetapi ada temannya dia yang membuat. Temannya dia itu ada di Indonesia," jelas Argo.

Baca juga: Polisi Masih Dalami Motif 2 Remaja Buat Parodi Penghinaan Lagu Indonesia Raya, Begini Kronologisnya

Baca juga: Lagu Indonesia Raya Diparodikan Warga Negara Malaysia, Bisakah Pelaku Dijerat Pakai Hukum Indonesia?

Baca juga: Yonif Raider 112/DJ Tampilkan Drama Parodi Perjuangan Jenderal Sudirman

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved