Breaking News:

Berita Luar Negeri

Mantan Miss Virginia Dinyatakan Meninggal Akibat Covid-19, Kemudian Dikabarkan 'Hidup Kembali'

Seorang mantan Miss Virginia yang dinyatakan meninggal dunia karena mengidap Covid-19 dikabarkan hidup kembali.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
missva.org via nypost.com
Seorang mantan Miss Virginia Tahun 1958, Barbara Guthrie Lay yang dinyatakan meninggal dunia karena mengidap Covid-19 dikabarkan hidup kembali. 

Peristiwa menghebohkan terjadi di Kenya, sebuah negara di Afrika.

Seseorang yang sudah meninggal dunia mustahil bisa hidup lagi.

Tapi nyatanya, ada banyak insiden seseorang bangkit dari kematian.

Seperti yang terjadi pada pria asal Kenya yang satu ini.

Baca juga: Pasien Positif Corona Meninggal, Keluarga Tolak Pemakaman Secara Protokol Covid-19

Ia tiba-tiba hidup kembali, 3 jam setelah kematiannya diikrarkan oleh dokter.

Dilansir dari Daily Mail, pria itu bernama Peter Kigen berusia 32 tahun.

Kigen tiba-tiba pingsan di rumahnya pada Selasa (24/11/2020).

Ia langsung dilarikan ke rumah sakit Kapkatet di Kabupaten Kericho, Kenya, lapor media lokal.

Baca juga: Rudal Pembunuh Kapal Induk Milik China Dapat Tambahan Kekuatan

Setelah dipindahkan ke kamar mayat, dia tiba-tiba terbangun dan mengejutkan staf rumah sakit.

Kigen sendiri dikabarkan pingsan akibat sakit perut.

Peter Kigen dinyatakan meninggal dunia, 3 jam kemudian 'hidup' kembali ketika tubuhnya hendak disuntik formalin di kamar mayat rumah sakit di Kenya.
Peter Kigen dinyatakan meninggal dunia, 3 jam kemudian 'hidup' kembali ketika tubuhnya hendak disuntik formalin di kamar mayat rumah sakit di Kenya. (EVA.Vn)

Karena itu, dia langsung dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya.

Dikutip dari surat kabar Standard, adik laki-lakinya mengatakan bahwa seorang perawat memberi tahu bahwa kakaknya telah meninggal dunia.

Dikatakan bahwa staf itu memeriksa pasien "dengan santai" sebelum menyatakan kematian Kigen, kata pamannya kepada saluran lokal Citizen TV.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, Kigen langsung dipindahkan ke kamar jenazah.

Baca juga: Tabrak Gerobak Bakso, Seorang Pengguna Sepeda Motor Meninggal

Di kamar jenazah itu, para petugas telah siap untuk membalsemnya.

Sebagai bagian dari proses pengawetan jenazah, seorang petugas dikatakan telah membuat sayatan di kaki kanan pria tersebut.

Adapun, tujuannya adalah untuk diinfuskan formalin.

Tapi di tengah-tengah proses tersebut, terjadi hal yang tak terduga.

Ya, Kigen tiba-tiba sadarkan diri dan mulai mengerang kesakitan.

Sontak hal itu langsung membuat para petugas lari kocar-kacir.

Segera setelah itu, Kigen dilarikan ke unit kecelakaan di rumah sakit tersebut dan mendapatkan pertolongan pertama.

Baca juga: Usai Disuntik Vaksin Covid-19 Pfizer, Sepekan Kemudian, Seorang Perawat Positif Virus Corona

Saat dirawat di bangsal, Kigen mengatakan kepada wartawan bahwa dia "senang karena masih bisa bertahan hidup".

Dia juga "bersumpah untuk mengabdikan hidupnya untuk penginjilan".

Keluarga Kigen saat ini tengah menuntut keadilan.

Baca juga: BERITA POPULER - Perawat Putus Tangan di Abdya, Pria Dipergoki Mesum hingga Pasangan Gay Digerebek

Mereka menuduh rumah sakit tersebut telah lalai.

Pejabat rumah sakit dan departemen kesehatan setempat belum berkomentar soal masalah itu, kata media lokal. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca Juga Lainnya:

Baca juga: Cara Mencairkan BLT UMKM, Cek Daftar Penerima di Link Berikut

Baca juga: Heboh Butiran Emas di Sungai Alas, Berbekal Kuali Warga Agara Rama-ramai Jadi Pendulang

Baca juga: Innalillahi wainna ilaihi rajiun, Perawat RSUTP yang Putus Tangan Meninggal Dunia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved