Breaking News:

Lokasi Wisata Harus Pasang Plang Tarif Masuk

Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina, meminta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Besar agar memasang plang tarif

For Serambinews.com
EKA RIZKINA, Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar 

JANTHO - Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina, meminta Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Besar agar memasang plang tarif masuk di setiap obyek wisata yang ada di Aceh Besar, baik yang dikelola Pemkab, pihak ketiga, maupun perorangan.

"Seluruh obyek wisata harus didirikan plang dengan mencantumkan tarif masuk di lokasi obyek wisata sesuai Qanun Pengelolaan Wisata. Ini agar terwujudnya transparansi retribusi dan tidak ada yang dirugikan, baik pemerintah maupun pengunjung," ujarnya srikandi PKS Dapil II ini kepada Serambi, Rabu (6/1/2021).

Menurut Eka Rizkina, saat ini masih banyak sekali obyek wisata di Aceh Besar yang tidak diketahui apakah dikelola Pemkab atau milik perorangan. Jadi perlu adanya transparansi dalam pengelolaan obyek wisata sehingga tarif di lokasi obyek wisata seragam, murah dan aman, dan terpenting memuaskan wisatawan.

“Disana nanti akan kita ketahui bagaimana dan dari mana celah kita lakukan untuk dapat meningkatkan setoran PAD bagi Pemkab Aceh Besar,” tutur Eka Rizkina.

Untuk meningkatkan PAD, antara lain yang perlu dibenahi adalah sistem pengelolaan parkir, sewa pondok, ketersediaan fasilitas umum seperti MCK yang memadai dan gratis. Menurutnya, wisata yang murah, nyaman, dan aman perlu diciptakan agar wisatawan tertarik dan meninggalkan kesan bagus terhadap obyek wisata di Aceh Besar.

"Selama ini, uang berputar di lokasi obyek wisata banyak dan tarif masuknya mahal, tetapi setoran PAD masih rendah. Ini perlu dibenahi untuk menggenjot PAD," pungkas Eka Rizkina.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan Pemkab Aceh Besar mendata kembali seluruh obyek wisata yang ada dan kemudian ditata. Selain memasang plang tarif masuk, juga harus berisi tentang imbauan seperti mematuhi protokol kesehatan dan larangan-larangan lainnya, seperti memakai pakaian yang menutup aurat.

“Selama ini di lokasi obyek wisata banyak terjadi pelanggaran Qanun Syariat Islam seperti memakai celana pendek bagi laki-laki dan perempuan tidak memakai jilbab,” tutur Eka Rizkina.

Terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lokasi obyek wisata menurutnya merupakan hal yang penting, tidak hanya diterapkan oleh pengunjung atau wisatawan, tetapi juga pengelola obyek wisata. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona di Aceh Besar.

Sementara itu, Kadisparpora Aceh Besar, Ridwan Jamil, didampingi Kabid Pariwisata, Makmur Salim, mengatakan, sangat sependapat dengan saran Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar tentang perlunya pemasangan plang tarif masuk di lokasi obyek wisata. Tetapi ini tentatif,  mengingat setiap tempat memiliki spesifikasi tersendiri.

Untuk obyek wisata yang dikelola Pemkab, Ridwan Jamil menyebutkan, antara lain Pantai Ujung  Batee, Waduk Keliling di Indrapuri, Pemandian Air Panas di  Ie Seuum, Pantai Lampuuk, Waduk  Brayeung di Leupung, dan obyek wisata Babah Kuala di Lhoknga. “Target PAD tahun 2020 mencapai Rp 100 juta dan terealisasi Rp 111 juta,” sebut Ridwan.

Meski demikian, Disparpora Aceh Besar dia katakan secara bertahap akan terus membenahi pelayanan dan manajemen obyek wisata yang dikelola Pemkab dan perorangan agar pelayanan bagi pengunjung memuaskan.(as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved