Breaking News

Bebas Rakit

Drien Leukiet-Lama Tuha Bebas Rakit, Operator Rakit Krueng Teukueh Ikhlas Hilang Pekerjaan

Saluran yang sengaja digali (dikhueh) ternyata sangat rawan erosi. Tebing kedua sisi saluran terus berjatuhan ketika terjadi luapan sehingga saluran

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ZAINUN YUSUF
Operator rakit Krueng Teukueh, Syukur melayani jasa penyeberangan pengendara sepeda motor di lokasi menjelang tuntas pembangunan jembatan rangka baja di lokasi, Minggu (24/11/2020) lalu (kanan). Sedangkan foto kiri jembatan rangka baja yang sudah rampung dikerjakan. 

Masyarakat memohon bantuan Allah SWT agar berhasil. Bahkan menurut Syukur, sejumlah warga bernazar untuk keberhasilan pemasangan rangka jembatan tersebut.

“Melihat rangka baja jembatan sudah berhasil menyentuh dua sisi kepala jembatan sekarang banyak warga melepas nazar yang sudah diikrarkan. Seperti membantu material pembangunan rumah ibadah dan memberi sedekah kepada anak yatim,” kata Syukur.

Tidak kecuali Syukur sendiri juga telah bernazar, yaitu menyembelih bebek (itik) dalam acara syukuran bersama beberapa rekannya.

“Insya Allah, nazar menyembelih itik segera saya tunaikan,” tambah Syukur sambil tersenyum.

Pemasangan jembatan rangka baja sepanjang 60 meter dimulai sejak Oktober 2020 lalu, menyerap anggaran Rp 12, 117 miliar sumber APBA-Otsus Pemerintah Aceh tahun 2020.

“Pengerjaannya berjalan sesuai dengan target,” kata Kepala Dinas PUPR Abdya, Ir Much Tavip MM. Pekerjaan pemasangan rangka baja jembatan tersebut menggunakan sistem cantilever dengan rangka baja pembebanan sepanjang 40 meter.

Melalui sistem ini, pemasangan rangka baja langsung dari sisi sungai arah Drien Leukiet, Desa Blang Makmur menuju seberang kawasan Desa Lama Tuha, tanpa menggunakan tiang pancang di tengah sungai seperti pemasangan jembatan yang pernah dilakukan sebelumnya.

“Rangka baja pembebanan itu akan dibuka kembali, setelah rampung pembangunan jembatan, kemudian digunakan sebagai material pembangunan jembatan rangka baja di lokasi lain,” tambah Kabid Bina Marga, Muhibuddin Harun.

Dengan rampungnya jembatan rangka baja Krueng Teukueh, maka akan berfungsi jalan lingkar atau Jalan 30 sepanjang sekitar 39 km. Jaur lingkar ini dari Desa Pulau Kayu Susoh (Jalan Nasuonal) menuju Teluk Surien Kecamatan Kuala Batee, kemudian tembus ke Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot (lokasi Jalan Nasional).

Badan jalan lingkar ini, mulai dibuka sejak tahun 2008 lalu secara bertahap. Menurut keterangan Pemkab Abdya sudah mengusulkan proyek peningkatan Jalan 30 dengan lapisan aspal sebagai pendukung pembangunan Pelabuhan Teluk Surien di Lama Tuha.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved