Breaking News:

Vincent Raditya Ungkap Kondisi Sriwijaya Air SJ 182 Sebelum Jatuh, Pesawat Oleng dalam 1 Menit

Captain Vincent Raditya mengurai analisa terkait data pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebelum jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2020).

Editor: Faisal Zamzami
Youtube channel Vincent Raditya
Analisa Captain Vincent Raditya soal Data Sriwijaya Air SJ 182 di flightradar24 

"Ini sudah mulai mengindikasikan pesawat menikung secara stip nih ke kiri. Di sini sudah out track. Dari 46 derajat pindah jadi 6 derajat. Waktunya 14.40 menit. Kurang dari 1 menit, pesawat ini off track 40 derajat," ungkap Capt Vincent.

s
Pesawat itu hilang kontak 11 nautical mile lepas pantai Jakarta saat menanjak dari ketinggian 11,000 feet menuju 13,000 feet pukul 07.40 UTC atau sekitar pukul 14.40. (istimewa (Ist)

Masih pada pukul 14.40 WIB, pesawat Sriwijaya Air tersebut secara mendadak juga mengalami penurunan ketinggian dan kecepatan yang drastis.

Hal tersebut menurut Capt Vincent adalah sebuah tanda bahwa Sriwijaya Air diduga mengalami stall.

Stall adalah kehilangan daya angkat. Pesawat bisa terbang karena adanya daya angkat.

Jika daya angkatnya hilang, pesawat tidak akan bisa terbang di udara

"Kurang dari satu menit, pesawat ini menghadap ke kiri. Sangat drastis dan stip. Heading 339 derajat. Pesawat ini dive down (ketinggiannya berkurang menjadi) 8.900 kaki dari 10.700 kaki. Tiba-tiba kecepatannya 224 knot,"

"Ini ada kemungkinan, indikasi airspeed dia di bawah 200 knot. Artinya di pesawat, clean configuration, sudah cukup berisiko untuk terkena stall," pungkas Capt Vincent.

Terus menerus berubah posisi, pesawat Sriwijaya Air itu pun akhirnya mencapai ketinggian tak wajar.

Pun dengan kecepatan yang juga menurun

"Ground speed 115 knot, ini indikasi crash kuat sekali. Bahwa pesawat ini terkena full stall. Akan sulit sekali untuk di-recover dengan ketinggian 5.400 kaki,"

"Ini sudah sesuatu yang enggak normal. Pesawat ini off track dengan kecepatan yang tidak seharusnya dan ketinggian yang tidak seharusnya," ujar Capt Vincent.

Melihat kejanggalan tersebut, Capt Vincent pun menjelaskan.

Bahwa dalam waktu satu menit, pesawat tersebut mengalami perubahan mulai dari posisi, ketinggian hingga kecepatan yang drastis.

"Hanya dalam satu menit, pesawat itu jatuh dari ketinggian 11 ribu dengan kecepatan yang sangat ekstrem, 358 knot atau 553 km per jam," imbuh Capt Vincent.

Selesai membaca data tersebut, Capt Vincent kembali mengurai disclaimer.

Bahwa apa yang ia sampaikan hanya berdasarkan data.

Dengan akurasi ketepatan berkisar 20 sampai 30 persen saja

"Inilah yang Saya bisa baca berdasarkan pengalaman saya di aviasi. Saya hanya memberikan gambaran dengan data kalau kita lihat. Ini bukan data yang pasti. Kita tidak bisa menerka-nerka. Tapi ini hanya baca data apa yang ada di dalam flight radar," tutup Capt Vincent.

Diwartakan sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu sekitar pukul 14.40 WIB.

Pesawat tersebut hilang kontak 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (9/1/2020).

Pesawat mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 6 kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.

Pesawat Sriwijaya Air sempat keluar jalur yakni menuju arah barat laut pada pukul 14.40 WIB.

Pihak Air Traffic Controller (ATC) kemudian menanyakan pilot mengenai arah terbang pesawat.

Namun, dalam hitungan detik, pesawat dilaporkan hilang kontak.(*)

Baca juga: Kisah Anak Polisikan Ibu hingga Ditahan, Enggan Cabut Laporan, Soal Pakaian Berujung Pertengkaran

Baca juga: VIDEO - KOTAK HITAM dari Pesawat Sriwijaya Ditemukan, Terdeteksi oleh KRI Rigel

Baca juga: Lokasi Kotak Hitam atau Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Ditandai, Pengangkatan Segera Dilakukan

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Analisa Capt Vincent Raditya soal Sriwijaya Air SJ 182, Curiga Pesawat Oleng Tajam dalam 1 Menit,

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved