Selasa, 14 April 2026

Jokowi Disuntik Perdana, Pemerintah Mulai Lakukan Vaksinasi Covid-19

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan vaksin Sinovac aman

Editor: bakri
Humas Kemenag RI
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 

* Sistem Kesehatan RI Terancam Lumpuh

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan disuntikkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac hari ini, Rabu (13/1/2021). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan vaksin Sinovac aman. BPOM menyatakan vaksin tersebut telah lulus uji keamanan dan keampuhan.

"Rencana besok pagi (hari ini red) penyuntikan vaksin perdana untuk Presiden. Kami (Sekretariat Presiden) sedang mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pengaturan tata cara vaksinasi. Penyuntikan perdana tersebut juga akan disiarkan secara live streaming. Jadi prosesnya seperti apa, bisa dilihat langsung besok," ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, memastikan, Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin. Hal itu bertujuan membangun kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah. Tak hanya Jokowi, pejabat lainnya seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga akan disuntikkan vaksin buatan Sinovac tahap pertama bersama Jokowi.

Setelah Presiden Jokowi, rencananya program vaksinasi akan diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai prioritas. Setelah itu, prioritas vaksin diberikan kepada pekerja di sektor publik dan kelompok rentan.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menegaskan, vaksin Sinovac sudah dinyatakan halal dan suci oleh MUI. Vaksin tidak mengandung unsur babi yang haram hukumnya bagi umat Islam. "Saya ingin juga menyampaikan bahwa sudah ada fatwa halal dan suci dari Majelis Ulama Indonesia, dalam hal ini sudah disampaikan oleh komisi fatwa MUI, yang hasilnya kurang lebih begini. Yang pertama, vaksin yang tidak memanfaatkan intifaq atau intifaq babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya," kata Gus Yaqut.

Menag melanjutkan, vaksin Sinovac boleh digunakan untuk seluruh umat Islam selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten. "Kepada seluruh umat beragama warga negara Republik Indonesia, warga bangsa ini, saya mengingatkan bahwa semua agama tanpa terkecuali mengajarkan kita untuk saling melindungi, mengajarkan kita untuk saling melindungi satu di antara yang lain dan vaksinasi ini bagian dari upaya untuk menjalankan ajaran agama tersebut," ujarnya.

Terancam lumpuh

Sementara itu, penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia pada Selasa (12/1/2021) mencatatkan rekor tambahan kasus kematian. Dilansir covid19.go.id, terdapat 302 kematian dalam 24 jam terakhir. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 10 bulan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dengan tambahan ini, total 24.645 orang di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19. Sementara itu, tambahan kasus positif mencapai 10.047 kasus, sehingga total kasus positif di Indonesia mencapai 846.765. Sedangkan angka pasien sembuh bertambah 7.068, sehingga total pasien sembuh berjumlah 695.807.

Terkait adanya penambahan kasus kematian dan kasus positif covid-19 yang terus meroket signifikan dalam beberapa bulan terakhir, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengkhawatirkan sistem kesehatan di Indonesia yang terancam lumpuh. "Apabila angka ini terus meningkat dan menyebabkan kasus rumah sakit penuh, maka sangat berpotensi untuk menaikkan angka kematian akibat Covid-19. Sistem kesehatan kita akan lumpuh," kata Wiku saat jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Apabila sistem kesehatan lumpuh, lanjut Wiku, penanganan penyakit di rumah sakit selain Covid-19 bisa terganggu. Wiku kemudian membeberkan tingkat keterisian tempat tidur di beberapa provinsi Indonesia yang telah melampaui batas. Tercatat 7 provinsi yang telah melewati ambang batas 70 persen ketersediaan tempat tidur penanganan Covid-19.

Peringkat pertama adalah DKI Jakarta (82 persen) disusul Banten (81 persen), DI Yogyakarta (78 persen), Jawa Barat (75 persen). Kemudian diikuti Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah yang masing-masing 71 persen. Selain itu, jumlah tenaga kesehatan yang meninggal pun terus naik. Berdasarkan data LaporCOVID-19 per 12 Januari 2021, sekitar 607 tenaga kesehatan telah meninggal akibat Covid-19.

Untuk mengantisipasi hal tersebut Satgas juga membentuk bidang baru yaitu Bidang Perlindungan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Menurut Wiku, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan tenaga medis. "Dan menurunkan penambahan angka kematian tenaga kesehatan akibat Covid-19 dengan pendekatan promotif dan preventif, serta kuratif dan rehabilitatif melalui respon cepat," kata Wiku.

Hal ini juga, menurut Wiku, sebagai upaya pemerintah melengkapi upaya penanganan pandemi Covid-19. Yang mana keberadaan tenaga kesehatan saat ini semakin berkurang karena gugur menjadi korban terpapar Covid-19.  Dari data yang disampaikan sebelumnya pada agenda keterangan pers pada Selasa (3/1/2021) lalu, Wiku menyebut bahwa hingga saat ini sudah tercatat ada 237 dokter yang meninggal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved