Breaking News:

Tanah Bergerak di Aceh Besar

Tanah Bergerak Gampong Lamkleng, Dua KK Telah Mengungsi

Dua Kepala Keluarga (KK) di Desa Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, mengungsi, Rabu (13/1/2021)....

SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Tim Prodi Teknik Geologi USK Banda Aceh,┬ásedang selidiki penyebab tanah bergerak di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (13/1/2021). 

Laporan Asnawi Luwi |Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO  - Dua Kepala Keluarga (KK) di Desa Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, mengungsi, Rabu (13/1/2021).

Adapun kedua  rumah yang mengungsi, Ramli 4 orang dan Tgk Samsuar satu orang. Mereka mengungsi ke rumah saudaranya.

Kalaksa BPBD Aceh Besar, Farhan AP melalui Maswani, Petugas Pusdalops BPBD kepada Serambinews.com dalam rilisnya Rabu (13/1/2021) mengatakan, mereka bersama unsur pimpinan dan beberapa pihak terkait saat ini kembali meninjau ke lokasi kejadian untuk melakukan langkah langkah dan tindakan penaganan kejadian pergeseran struktur tanah tersebut.

Dari amatan tim di lokasi di sepanjang renggangan tanah tersebut ada 14 unit rumah warga yang berada di daerah rawan tersebut untuk saat ini yang sudah terimbas.

Dari jumlah itu, dua unit rumah warga yang harus di evakuasi atau mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

Kata dia, Kalaksa Aceh Besar,  Farhan, Waka Polres, Muspika  dan Tim Prodi Teknik Geologi USK Banda Aceh dan Tim Pasca Sarjana Kebencanaan Unsyiah serta unsur kepolisian,TNI telah meninjau ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan area yang rawan telah di berikan garis pembatas (police line) untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

Kalaksa BPBD Aceh Besar, Farhan  menghimbau kepada warga di sekitar lokasi kejadian untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan meminta kepada warga baik yang berdatangan dari luar desa setempat untuk tidak memasuki garis pembatas yang sudah dipasang oleh pihak kepolisian dan bila terjadi perubahan segera laporkan kepada kami pinta beliau.

Beliau juga menyatakan untuk satu minggu kedepan area tersebut akan dilakukan pemantauan dan penelitian oleh pihak dari Prodi Teknik Geologi Universitas Syiahkuala Banda Aceh.(*)

Baca juga: Hari Ini, Susi Air Terbang Perdana ke Blangpidie, Ini Jadwal dan Harga Tiket dari Medan & Sebaliknya

Baca juga: Data Terbaru Tingkat Efikasi Vaksin Sinovac di Brasil Diperbarui, Turun Jadi 50,4 Persen

Baca juga: Jokowi Pertama Disuntik Vaksin Covid-19, Ternyata Orang dengan Golongan Ini Tak Boleh di Vaksinasi

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved