Tanah Bergerak
Fenomena Tanah Bergerak di Aceh Besar Masih Terjadi, Warga Lamkleng Gelar Doa Bersama
Seperti diketahui, dampak tanah bergerak sebanyak 14 rumah warga di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, terancam ambruk akibat feno
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Asnawi Luwi | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Fenomena alam tanah bergerak membentuk rekahan yang terjadi di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar sejak Minggu (10/1/2021) hingga Kamis hari ini (14/1/2021) masih terjadi.
Menyusul terjadinya peristiwa tak biasa itu masyarakat di Gampong Lamkleng menggelar doa bersama.
"Doa bersama kita gelar agar musibah tanah bergerak di Gampong Lamkleng berakhir dan tidak ada bala musibah datang," ujar Muhammad Lutfi, warga Gampong Lamkleng, Aceh Besar kepada Serambinews.com, Kamis (14/1/2021).
Seperti diketahui, dampak tanah bergerak sebanyak 14 rumah warga di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, terancam ambruk akibat fenomena alam yang menyebabkan terjadinya pergeseran tanah membuat rekahan besar semakin meluas di daerah itu.
Baca juga: 14 KK Penduduk Gampong Lamkleng Kuta Cot Glie Aceh Besar Mengungsi, Rumah Terdampak Tanah Bergerak
Baca juga: Pemkab Aceh Besar Diminta Relokasi Warga dari Lokasi Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie
Baca juga: Gerakan Tanah di Gampong Lamkleng, Kuta Cot Glie Tergolong Aktif, Warga Dianjurkan Cari Tempat Aman
Bukan hanya rumah, dua kuburan milik warga rusak akibat pergeseran tanah terus aktif.
Keuchik Lamkleng, Muhammad Fajri didampingi Sekdesnya, Armia, kepada Serambinews.com, Rabu (13/1/2021) mengatakan sebanyak 14 rumah di sepanjang pergeseran tanah yang terus aktif terancam ambruk.
Kata dia, fenomena alam di Gampong Lamkleng yang dihuni 90 Kepala Keluarga (KK) dan 300 jiwa itu, mulai terlihat kerusakan pergeseran tanah pada Minggu (10/1/2021) hingga Rabu (13/1/2021) terus bergerak secara perlahan tanah membentuk rekahan besar dan struktur tanah turun mencapai 70 centimer lebih dari permukaan dasar tanah.
Menurut dia, saat ini belum ada warganya yang mengungsi. Namun, mereka diselimuti rasa waswas ketika tidur malam hari, apalagi pergeseran tanah dan retak-retak di lokasi itu semakin aktif dan meluas.
Ditambahnya, saat ini telah mencapai sepanjang 300 meter dan lebar 200 meter terjadi pergeseran tanah.
Saat ini, pihak BPBD Aceh Besar, Muspika Cot Glie, Tim Prodi Teknik Geologi USK Banda Aceh telah menyelidiki penyebab tanah bergerak yang dipimpin Bambang Setiawan.
Sementara itu, Muhammad Lusfi, warga setempat, mengatakan, saat ini mereka masih tidur di rumah, tetapi tidak nyenyak dan diselimuti rasa takut apalagi belum mengetahui apa penyebab tanah bergerak.
"Apalagi tanpa terasa kita lihat pergesaran tanah semakin meluas dan dua kuburan patah akibat tanah bergeser," ujarnya.
Terkait hal itu, Tim Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh turun untuk mengecek penyebab pergeseran dan tanah retak-retak di Lamkleng.
"Kita turunkan tim untuk selidiki penyebab tanah bergerak," ujar Ketua Tim Prodi Teknik Geologi USK Banda Aceh, Bambang Setiawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanah-8940948un.jpg)