Breaking News:

Pemkab Aceh Besar Diminta Relokasi Warga dari Lokasi Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie

Warga yang bermukim di tempat itu disarankan untuk segera pindah dan jangan lagi kembali ke lokasi tersebut dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
Foto for Serambinews.com
Sejumlah anggota tim survei geologi dari Universitas Syiah Kuala bersama warga setempat mengamati bagian tanah yang amblas di permukiman penduduk Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Rabu (13/1/2021) siang. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah tim yang melakukan survei geologi di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar sampai pada kesimpulan yang sama bahwa blok longsoran atau tanah bergerak di desa tersebut tidak lagi layak untuk dihuni, karena pergerakannya aktif.

Warga yang bermukim di tempat itu disarankan untuk segera pindah dan jangan lagi kembali ke lokasi tersebut dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

Salah satu pakar mitigasi bencana yang bersaran seperti itu adalah Dr Nazli Ismail, Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK).

"Semua mereka saya anjurkan segera mengungsi dan sebaiknya nanti jangan lagi bermukim di situ. Kondisinya riskan, karena tanahnya terus bergerak ke arah sungai," kata Dosen Prodi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK ini.

Baca juga: Tanah Bergerak, Warga Diminta Mengungsi

Baca juga: Tanah Bergerak Gampong Lamkleng, Dua KK Telah Mengungsi

Karena pertimbangan bahwa tanah tersebut masih terus bergerak dan rekahannya kian melebar, Nazli menyarankan agar penduduk yang bermukim di kawasan itu segera mengungsi demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Menurut Nazli, untuk saat ini setidaknya tiga rumah yang kondisinya sudah sangat riskan karena berada di jalur tanah yang amblas tersebut. "Belasan rumah lainnya terletak agak jauh, tapi tetap berada di zona yang berisiko tinggi," kata Nazli, Rabu (13/1/2021) kemarin.

Hari ini, Kamis (14/1/2021) pendapat senada juga dilontarkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ir Mahdinur MM, setelah tim survei geologi di kantornya pulang dari lapangan.

"Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, blok yang longsor itu labil dan aktif sehingga berpotensi akan terus bergerak. Apalagi kalau intensitas hujan semakin tingi dan akhirnya dimungkinkan terjadinya longsor besar, " kata Mahdinur menjawab Serambinews.com, Kamis (14/1/2021) pagi.

"Lokasi tersebut untuk sementara dapat kita kategorikan rawan bencana longsor. Keselamatan masyarkat harus kita utamakan yaitu untuk pindah dari lokasi tersebut," kata Mahdinur.

Baca juga: Penduduk Dianjurkan Mengungsi, Ini Penyebab Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie, Aceh Besar

Baca juga: Tim Prodi Teknik Geologi USK akan Selidiki Fenomena Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie Aceh Besar

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar segera mengambil inisiatif untuk merelokasi sejumlah kepala keluarga (KK) yang berdomisili di sekitar blok longsoran Gampong Lamkleng tersebut.

"Pemkab Aceh Besar barangkali dapat mempertimbangkan pemindahan masyarakat tersebut ke lokasi yang lebih aman, jauh dari tebing sungai," demikian Mahdinur.

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali yang dihubungi via WhatsApp maupun telepon pagi ini belum memberikan respons.

Sementara itu, Dr Bambang Setiawan selaku Ketua Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik USK mengatakan, dari hasil survei pihaknya terungkap bahwa lokasi fenomena gerakan tanah tersebut berada di lereng sungai yang curam sehingga gerakan tanah sangat dimungkinkan untuk terjadi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved