Berita Luar Negeri

Salah Kelola Subsidi, Perdana Menteri Belanda dan Seluruh Kabinetnya Mengundurkan Diri

Kesalahan pemerintahan Rutte dalam mengelola subsidi tunjangan anak telah membuat ribuan orang tua mengalami kerugian finansial secara besar.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
TWITTER/MARK RUTTE
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte dan seluruh kabinetnya mengundurkan diri pada hari Jumat (15/1/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte dan seluruh kabinetnya mengundurkan diri pada hari Jumat (15/1/2021).

Pemerintahan Rutte telah dituduh oleh parlemen Belanda salah dalam mengelola subsidi tunjangan anak dan mengakibatkan "kehancuran finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Kesalahan pemerintahan Rutte dalam mengelola subsidi tunjangan anak telah membuat ribuan orang tua mengalami kerugian finansial secara besar.

Melansir dari Reuters, Sabtu (16/1/2021) pemunduran diri Rutte dan seluruh kabinetnya telah membuat kekacauan politik saat negara itu tengah memerangi pandemi virus corona.

“Kabinet akan tetap ada untuk saat ini dalam kapasitas sebagai pengurus untuk mengelola krisis virus corona, kata Rutte. 

Laporan kantor berita AFP mengatakan bahwa ribuan orang tua secara keliru telah dituduh oleh kantor pajak Belanda karena secara curang mengklaim subsidi tunjangan anak antar 2013 -2019.

Baca juga: Perawat Jadi Orang Pertama Mendapat Suntikan Vaksin Covid-19 di Belanda

Baca juga: Pengadilan Belanda Hukum Anggota Hizbullah, Pembunuh PM Lebanon Rafik Hariri Pada 2005

Karena itu, banyak dari mereka diminta untuk membayar kembali sejumlah besar uang dan berakhir dengan kehancuran finansial mereka.

Fakta bahwa beberapa orang tua menjadi sasaran penyelidikan oleh petugas pajak karena mereka memiliki kewarganegaraan ganda.

Hal ini juga menggarisbawahi kritik lama tentang rasisme sistemik di Belanda.

Rutte yang telah mengumumkan pemunduran dirinya kemudian mengendarai sepeda menuju istana Barok, tempat kediaman Raja Willem-Alexander Huis Ten Bosch di Den Haag.

Tujuan Rutte pergi ke kediaman raja adalah untuk membahas pengunduran dirinya.

Pemilihan perdana menteri baru telah dijadwalkan pada 17 Maret 2021 mendatang.

"Ini tentang puluhan ribu orang tua yang diremukkan di bawah roda negara," kata Rutte kepada wartawan. 

Baca juga: Polisi Belanda Tangkap Penyerang Kedutaan Besar Arab Saudi di Den Haag

Baca juga: BREAKING NEWS: Gedung Kedutaan Arab Saudi di Belanda Ditembaki OTK

Sekitar 10.000 keluarga terpaksa membayar masing-masing puluhan ribu euro (ratusan juta) dalam beberapa kasus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved