Breaking News:

Internasional

Donald Trump Beri Grasi Penuh Kepada Penjual Rahasia Militer AS ke Israel

Presiden AS Donald Trump, Rabu (20/1/2021) memberikan grasi penuh kepada Aviem Sella. Dia merupakan pemberi perintah kepada mata-mata Israel, Jonatha

AP
Presiden AS Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Presiden AS Donald Trump, Rabu (20/1/2021) memberikan grasi penuh kepada Aviem Sella.

Dia merupakan pemberi perintah kepada mata-mata Israel, Jonathan Pollard.

Hal itu sebagai bagian dari tindakan grasi presiden yang akan keluar di jam-jam terakhirnya di kantor.

Dilansir AP, Rabu (10/2/2021), Pollard, mantan analis intelijen Angkatan Laut, menjual rahasia militer ke Israel saat bekerja di Pentagon pada 1980-an.

Baca juga: FAKTA Pidato Perpisahan Donald Trump, Singgung Kesepakatan Timur Tengah hingga Tak Picu Perang Baru

Sella, seorang pensiunan perwira angkatan udara Israel, meminta Pollard untuk memata-matai AS.

Kemudian, melarikan diri dari Amerika Serikat setelah Pollard ditangkap pada tahun 1985.

Sella didakwa secara in absentia atas tiga tuduhan spionase, tetapi tidak diekstradisi ke AS dari Israel.

Kasus Pollard membuat hubungan antara Israel dan AS sangat tegang

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan permintaan grasi Sella mendapat dukungan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca juga: Daftar Grasi Trump Mencakup Narapidana Lil Wayne dan Politikus New York

Duta Besar Israel di Washington, Duta Besar Amerika untuk Israel, dan Miriam Adelson, janda megadonor Republik dan pendukung Trump, Sheldon Adelson yang meninggal minggu lalu.

"Negara Israel telah mengeluarkan permintaan maaf yang lengkap dan tegas, dan telah meminta pengampunan untuk menutup bab yang tidak menguntungkan AS-Israel ini," kata Gedung Putih.

Pollard menghabiskan 30 tahun di penjara AS.

Dia dibebaskan bersyarat pada 2015.

Baca juga: Pelantikan Presiden Joe Biden Dipastikan Dihadiri Artis Ternama, Donald Trump Dikabarkan Marah Besar

Bulan lalu, Pollard berimigrasi ke Israel dan disambut di landasan oleh Netanyahu.

Pollard mengeluarkan pernyataan menyambut pengampunan Sella dengan mengatakan itu mengakhiri luka berdarah dari insiden tersebut setelah 35 tahun.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved