Breaking News:

Kajian Islam

Niat dan Cara Mandi Sunnah Hari Jumat, Simak Penjelasan Buya Yahya

“Siapa saja yang menghadiri shalat Jum’at di antara kalian, maka mandilah,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Amirullah
Instagram / @buyayahya_albahjah
Buya Yahya 

Berikut ini penjelasan Buya Yahya

Masih ingat Abu Hurairah, sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadist, sehingga beliau juga orang yang difitnah agar dibenci oleh umat nabi, tujuannya agar kita terputus dari nabi.

Makanya ada sekelompok orang yang mulai meragukan Abu Hurairah, dipastikan dia adalah kelompok sesat.

Kedua pernah kami ingatkan bahwa Abu Hurairah bukan orang kaya, bukan pejabat besar, beliau orang fakir yang hidup bersama nabi tinggal di samping masjid nabi, beliau orang-orang fakir yang hidup bersama nabi tinggal bersama masjid rasul.

Baca juga: Benarkah Sebar Foto Anak di Medsos Bisa Kena Sakit Ain ? Berikut Penjelasan Buya Yahya

Barang siapa yang melakukan mandi, di hari Jumat dan mandinya seperti mandi saat dia junub, menguyur sekujur tubuhnya, namun niatnya adalah sunnah.

Bagaimana yang mandi junub, mandi junub dalam mahzab imam kita syafii, ada sebagian orang yang waktu itu sekaligus mandi sunnah.

Dalam pendapat kita ada dua pendapat, ia punya junub karena mengauli istrinya dan setelah itu ia mandi besar, kalau dalam mahzab kita Imam Syafii ia sudah mendapatkan kesunnahan, karena tujuannya adalah mandi.

Sebagian lain mengatakan tidak, harus ada dulu niatnya.

Disamping kita niat mandi besar, maka boleh niat, sunnah mandi Jumat, ini berbeda dengan shalat.

Kalau shalat fardhu digabung dengan shalat sunnah, tidak boleh puasa fardhu digabung dengan puasa sunnah, tidak boleh, perbedaannya di situ, kalau mandi boleh.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved